Aran Khanna ~ Temukan Celah Keamanan, Ia Malah Didepak Dari Magang Facebook 

Aran Khanna ~ Temukan Celah Keamanan, Ia Malah Didepak Dari Magang Facebook 

Image dari newslocker.com
Image dari newslocker.com

Kisah menarik muncul dari perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg baru-baru ini. Meskipun telah menjadi salah satu perusahaan digital terpopuler  di dunia, ternyata tak membuatnya luput dari celah kelemahan yang dimanfaatkan beberapa orang. Jika sebelumnya muncul kasus Tinder yang murka karena dikritik jurnalis, maka kini giliran Facebook yang juga gusar akibat kelemahan sistemnya dibeberkan secara terang-terangan seorang mahasiswa Universitas Harvard.

Kisah ini sendiri bermula pada bulan Mei 2015 saat mahasiswa Havard bernama Aran Khanna meluncurkan aplikasi bertajuk “Marauders Map”, yaitu sebuah peta yang bisa menunjukkan lokasi teman saat mengobrol lewat Facebook Messenger.

Ternyata, aplikasi yang dibuat oleh Khanna ini secara gamblang mengorek sisi kelemahan Messenger, sebuah aplikasi #Facebook yang memiliki fitur utama chatting. Lalu seperti apakah kisah sebenarnya dari hingga membuat Facebook marah besar pada Aran Khanna ini? Berikut ceritanya.

Aran Khanna Ciptakan Marauders Map

Tepatnya pada tanggal 26 Mei 2015, Aran Khanna mengumumkan #aplikasi ciptaannya yaitu Marauders lewat artikel di Medium. Tak hanya mengumumkan, saat itu Khanna juga dengan berani membeberkan kelemahan Facebook yang ia temukan. Dalam artikel itu Khanna menyatakan bahwa Facebook Messenger yang ada sekarang secara otomatis akan mampu mengirim lokasi pengguna ke semua pesan. Dari hal ini maka seseorang akan berpeluang mengetahui pola kegiatan pengguna Messenger.

Tak disangka Marauders Map jadi viral sesaat setelah dirilis dan ditulis Khanna dalam artikel. Dari sini tak ayal kemudian aplikasi Marauders ini langsung mendapat unduhan 85.000 pengguna dalam sekejap hingga membuat Facebook dapat mengendus popularitas Marauders Map dengan cepat.

Artikel lain: Facebook Sempat Down 40 Menit, Ini 3 Skenario Penyebabnya

Tindak Lanjut Facebook

Ketika Facebook mengetahui berita tentang aplikasi peta pengintai tersebut, mereka langsung bergerak dengan menghubungi Khanna dan meminta Marauders Map segera ditutup. Khanna pun ketika itu langsung menutup versi ekstensi Marauders Map.

Tak lupa Facebook juga menonaktifkan pembagian lokasi dari lamannya. Meskipun langsung ditutup saat itu juga, ternyata permasalahan belum selesai. Pada tanggal 5 Juni 2015, tepatnya satu minggu setelah dirilisnya Marauders, Facebook meluncurkan pembaruan untuk Messenger yang dimana dalam pembaruan tersebut menghadirkan pilihan bagi pengguna untuk saling membagi peta lokasi ke teman.

Peluncuran Messenger yang baru inilah yang kemudian memunculkan permasalahan yang baru. Hal ini dikarenakan Messenger terbaru ini dicurigai mencuri ide Aran Khanna, mahasiswa Harvard yang meluncurkan Marauders.

Meski kemudian pihak Facebook memberi klasrifikasi bahwa fitur pembagian lokasi itu telah dikembangkan sebelum Marauders Map, namun tetap saja kecurigaan ini tetap menguat. Maka setelah kejadian ini, Khanna pun Khanna kembali membeberkan celah privasi Facebook melalui sebuah studi kasus yang diunggah ke “Harvard Journal of Technology Science”.

Didepak dari Kursi Magang Facebook

Karena aksinya ini, Khanna yang semestinya akan  magang di Facebook akhirnya ditolak. Kepala HRD Facebook sendiri menghubungi Khanna dan mengatakan bahwa perbuatan Khanna sudah tak sesuai dengan standar etika yang diharapkan dari seorang anak magang.

Peta buatan Khanna ini dinilai menyalahi aturan Facebook karena mencuri data pengguna Facebook. Hal yang semakin membuat Facebook jengel adalah bahwa saat pihaknya telah berkali-kali menyuruh Khanna untuk menghapus kode file, Khanna malah menggembar-gemborkan file tersebut.

Belajar Arti “Magang” yang Sebenarnya

Meskipun telah ditolak magang oleh Facebook dan aplikasi buatannya dinilai menyalahi aturan, Khanna ternyata tak gentar. Ia menyanggah semua tuduhan Facebook terhadap dirinya dan berkilah sengaja membuat Marauders Map tidak sekedar untuk menunjukkan celah pada sistem Facebook, namun lebih dari itu ia ingin membuat pengguna #media sosial terutama Facebook mendapatkan keamanan dari kerugian yang bisa mengancam penggunanya.

Khanna akhirnya magang di sebuah startup di Silicon Valley. Ia mengatakan bahwa kasusnya dengan Facebook merupakan “pengalaman magang” yang sebenarnya.

Baca juga: Akun Facebook Anda Memposting Konten P0rn0 Tanpa Izin? Berikut Cara Mengatasinya

Yang masih menjadi pertanyaan banyak orang adalah bagaimana bisa Khanna mendapatkan celah pada Messenger? Jawabannya adalah dengan memanfaatkan ekstensi Chrome ke laman Messenger untuk mengumpulkan data lokasi yang dibagi pengguna.

Data-data itu kemudian dialokasikan menjadi Marauders Map yang bisa membuat penggunanya akan mendapatkan peta lokasi teman yang diajak berkomunikasi via Messenger. Tak hanya itu, dengan Marauders Map para pengguna juga bisa mengetahui jadwal kegiatan sehari-hari teman Messenger asalkan teman tersebut sering diajak chatting.

4 KOMENTAR

  1. hebat euy.. gimana caranya ya..? pengin banget loh bisa tahu..

  2. Indra-apa itu sugesti

    Luar biasa dalam waktu yg tidak lama bisa memenukan kelemaham Facebook.

  3. gak papa di depak, malah bisa bikin perusahaan sendiri

Tinggalkan Balasan