Andrew Carnegie ~ Mengintip Langkah Sang Filantropi Besar Dunia yang Pertama

Andrew Carnegie

Image dari Pbs.org

Beberapa hari yang lalu, dalam sebuah artikel telah kita bahas bersama tentang beberapa pengusaha besar di dunia yang memiliki perhatian tinggi terhadap dunia sosial. Beberapa di antaranya seperti pendiri Facebook Mark Zuckerberg bahkan telah menjalankan janji untuk memberikan mayoritas kekayaannya yang berjumlah triliunan dalam kepentingan amal.

Angka yang berhasil dihimpun para hartawan dunia ini juga bisa dibilang luar biasa besar. Ini bisa menjadi modal penting untuk mengangkat kembali kesejahteraan masyarakat dunia, di kala saat ini masih banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Namun Tahukah Anda, ternyata apa yang ditempuh oleh Mark Zuckerberg, Bill Gates dan banyak pengusaha sukses lain dalam upaya amal ternyata sudah lebih dulu dilakukan oleh seorang miliuner puluhan tahun yang lalu, bernama Andrew Carnegie.

Artikel lain: Cara Hidup Sederhana Ala Warren Buffet, Orang Terkaya Ke Dua Di Dunia

Mungkin nama ini akan cukup asing di telinga kita. Namun percayalah, pada masa kejayaannya dulu Andrew Carnegie merupakan salah satu manusia yang paling dipuji atas kedermawanannya. Berangkat dari kondisi yang tidak mampu, pemilik dari perusahaan baja US Steel ini bahkan menjadi penggerak dari tren aksi filantropi dunia yang pertama.




Seperti apakah kisah lengkapnya? berikut ulasan yang semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita bersama.

Awal Perjalanan Karir Andrew Carnegie

Andrew Carnegie bukanlah seseorang yang memiliki background keluarga kaya ataupun terpandang. Lahir dan besar di negara Skotlandia, Andrew Carnegie akhirnya memutuskan pindah ke Amerika Serikat karena tuntutan hidup yang semakin berat. Berbekal tekad dan juga niat baik untuk mengubah hidup, Carnegie muda memulai petualangan hidup menjadi seorang pekerja telegraf.

Kehidupannya pun tidak mudah, ia harus mengalami berbagai tindakan tidak menyenangkan ketika pertama kali menginjakkan kaki di Amerika Serikat. Namun dia tidak pantang menyerah, dari bekerja di perusahaan telegraf, ia lalu mengembangkan diri dengan berhasil menjadi salah satu karyawan di perusahaan kereta api yang berada di kawasan Pittsburgh.

Di perusahaan inilah, karir Carnegie seakan melesat cepat. Selain karena gesitnya menjalankan tugas, kemampuan komunikasi Carnegie juga menjadi salah satu alasan kenapa karirnya mampu bergerak sangat dinamis. Sebagai puncaknya, ia mendapatkan posisi strategis di perusahaan Pennsylvania Railroad Company.

Tetap Mempertahankan Jati Diri

Meskipun dirinya sudah mempunyai posisi nyaman, Carnegie tidak pernah lupa dengan beratnya kehidupan yang pernah dialami dulu. Dari situ ia mempertahankan jati diri dengan tetap berfikir bahwa kesuksesan yang ia dapat juga bagian dari milik orang lain yang membutuhkan. Oleh karena itu salah satu misi yang ingin ia usung adalah memberantas adanya perbudakan yang kala itu masih merajalela.




Di tahun 1901, dengan memimpin beberapa perusahaan termasuk perusahaan baja, US Steel, Andrew Carnegie dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia. Pada waktu itulah, Carnegie semakin tertantang untuk memberikan apa yang dia miliki demi kesejahteraan orang yang membutuhkan.

Pada waktu itu, dalam kondisi ekonomi yang sangat mendesak, banyak sekali masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan memilih jalur kekerasan dan juga perampokan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Inilah yang membuat hati Carnegie merasa sangat miris, saat cukup banyak pengusaha yang memiliki harta kekayaan melimpah dan hidup serba berkecukupan, di lain pihak ribuan bahkan jutaan orang berfikir untuk mempertahankan hidup.

Menjalankan Misi Filantropi

Setelah membulatkan tekad untuk menyumbangkan lebih dari 90% kekayaannya, ternyata misi filantropi ala Carnegie ini tidak ia jalankan sendiri. Ia mengajak beberapa miliuner dunia yang lain, untuk ikut menjalankan langkah filantropi demi membantu kesejahteraan masyarakat kurang mampu.

Hasilnya sungguh luar biasa, jika di era modern ada sosok seperti Bill Gates yang mengembangkan program Giving Pledge, ternyata puluhan tahun yang lalu, sudah ada sosok yang menjalankan hal serupa. Dana sebesar miliaran dollar pun berhasil dihimpun oleh Carnegie dan disalurkan untuk berbagai kepentingan amal mulai dari pendidik, kesehatan, peningkatan taraf hidup dan juga penyediaan lapangan pekerjaan.

Baca juga: Bagi Pasutri Sederhana Ini, Tak Perlu Menunggu Kaya Untuk Beramal

Ketika meninggal di tahun 1919, ternyata langkah filantropi seorang Carnegie tidak pernah terhenti. Sebagai bukti nyata, saat ini masih berdiri kokoh Carnegie-Mellon University di Pittsburgh yang merupakan salah satu universitas riset terbaik di dunia. Selain itu New York Carnegie Hall juga menjadi bukti bagaimana kedermawanan Carnagie.

Kita bisa menjadikan sosok-sosok inspiratif di atas sebagai panutan. Memang benar jika untuk menyaingi mereka merupakan hal yang sangat sulit. Setidaknya kita bisa tetap beramal dalam porsi yang sesuai dengan apa yang kita miliki. Yang terpenting adalah keikhlasan dan kesadaran bahwa sebagian dari harta kita juga merupakan hak orang lain.




2 total comments on this postSubmit yours
  1. Ini masalah hati serta keikhlasan

  2. ternyata pria ini. hmmm

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2017 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud