Andi Taru Nugroho ~ Sukses Kembangkan Game Lokal Tanpa Investor

Andi Taru Nugroho

Image dari SWA.co.id

Geliat perkembangan bisnis game lokal mulai menampakkan potensi yang menjanjikan. Banyak para pemuda yang mulai melirik ceruk bisnis di bidang ini, mengingat masih sangat jarang ada game-#game karya anak bangsa yang dinikmati masyarakat Indonesia sendiri. Namun seiring pertumbuhan peminat di bisnis ini, para developer yang banyak didominasi oleh anak-anak muda ini sering terbentur dengan masalah dana untuk pengembangan. Tak bisa dipungkiri memang membutuhkan dana yang tak sedikit untuk mengembangkan game yang bisa dinikmati banyak orang.

Solusi yang bisa diambil guna menyelesaiakan masalah pendanaan ini biasanya para pengembang akan melibatkan investor untuk mendanai proyek mereka. Namun hal ini tidak terjadi pada seorang Andi Taru Nugroho, seorang developer game berasal dari Salatiga.

Ia nekat membangun usaha pengembangan #aplikasi game yang ia beri nama Educa Studio dengan dana dari kantong pribadi. Meski tanpa ada investor yang mendanai, nyatanya usaha yang ia bangun ini masih bisa bertahan sampai saat ini. Bagaimana kisah Andi Taru Nugroho membangun Educa Studio ini, simak selengkapnya di bawah ini.

Menggadaikan Rumah Untuk Modal Awal

Perjalanan bisnis aplikasi game Andi ini dimulai ketika ia dan istrinya saat itu menganggur alias tidak memiliki pekerjaan sama sekali. Keputusan berani pun diambil Andi pada tahun 2011 dengan menggadaikan rumahnya ke bank dengan tujuan mendapatkan modal awal untuk pengembangan bisnisnya.

Modal senilai Rp 600 juta pun ia peroleh yang kemudian ia alokasikan untuk membeli alat-alat produksi. Selain itu, uang tersebut digunakan juga untuk membangun lantai atas rumahnya menjadi kantor tempat ia bekerja. Kemudian setelah itu, ia merekrut 4 teman yang sama-sama memiliki ketertarikan di dunia aplikasi game untuk diajak bersama-sama berjuang membangun usaha bersama.

Tak mudah memang mengembangkan bisnis aplikasi game dengan mengandalkan dana sendiri tanpa adanya investor. Namun bermodalkan semangat pantang menyerah dan tekad yang kuat dari Andi dan kawan-kawan satu timnya, membuat Educa Studio tetap bertahan sampai sekarang dan bahkan berkembang.

Artikel lain: Anton Soeharyo ~ Founder Touchten yang Sukses Menjadi Miliarder dari Bisnis Game

Perusahaan pengembang game lokal ini sebenarnya bukannya tidak ada investor yang meliriknya. Namun seringkali visi dan misi yang dibawa investor tidak sejalan dengan tujuan awal pendirian bisnis game ini. “Kami tak cocok dengan investor yang ingin jor-joran menggenjot produksi, seperti melipatgandakan jumlah tim dan jumlah output per tahun,” jelas Andi.

Andi kemudian menjelaskan bahwa tujuan Educa Studio didirikan selain menyediakan produk #software yang bisa memberi manfaat kepada masyarakat juga untuk menyediakan lingkungan kerja yang berkualitas bagi semua orang yang terlibat langsung di dalamnya.

Perkembangan Bisnis Game Andi Taru Nugroho

Seiring berjalannya waktu, perkembangan bisnis game yang dikelola dengan dana sendiri ini pun semakin signifikan. Andi menuturkan, pendapatan yang ia andalkan adalah dari penayangan iklan dalam game #Android melalui layanan Google Admob.




Perlahan namun pasti, #startup pengembang game yang fokus pada permainan edukasi untuk anak usia 2 sampai enam tahun ini penghasilannya mulai naik. Puncaknya adalah pada tahun 2014, Andi dan kawan-kawan berhasil menutup hutangnya pada pihak bank, dan di tahun itu juga, mereka berhasil menyelesaikan pembangunan kantor berlantai dua dari hasil menabung bersama.

Kini, perusahaan yang ia kelola bahkan sudah memiliki 13 orang karyawan. Dengan karyawan sebanyak itu, jumlah game pun juga turut berkembang dengan pesat. Aplikasi yang berhasil diproduksi Educa Studio kini mencapai lebih dari 200 judul dari 7 brand. Tak sampai di situ saja, studio game yang Andi rintis ini rencananya juga akan segera go internasional.

Baca juga: Clevio Coder Camp ~ Sekolah Coding Game Dengan Visi Tanamkan Jiwa Technopreneur

Pada tahun 2013, studio yang ia gawangi bersama teman-temannya tersebut juga pernah mendapatkan prestasi yang membanggakan dengan dinobatkan sebagai jawara pada kategori game edukasi di kompetisi INAICTA dan juga Rock Star Dev.

Mengenai target selanjutnya, Andi Taru Nugroho menuturkan akan segera masuk pada pasar internasional. Andi dan rekannya akan memasuki market Amerika Serikat dengan delapan buah judul game baru. Game ini khusus dirancang untuk memenuhi selera global termasuk di dalamnya bahasa dan keragaman fitur yang ditawarkan.




1 comment on this postSubmit yours
  1. weh keren, educa studio toh.
    Kalau saya malah lebih banyak download app buat belajar anak :) kalau gamenya saya belum pernah coba

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud