Akibat Beberapa Kesalahan, Intel Bisa Jadi Masuk Masa Kritis

intel

Image dari Digitaltrends.com

Berbicara tentang industri teknologi yang saat ini sudah semakin berkembang, tentunya menuntut para pelaku yang bermain di dalam industri tersebut untuk terus bersiap dengan beragam kebutuhan masyarakat yang sangat dinamis. Jika mungkin belasan tahun yang lalu, ponsel masih menjadi perangkat yang sangat penting dan dinilai sebagai terobosan besar, namun tidak untuk saat ini.

Kini sudah muncul beragam perangkat teknologi lain yang bahkan jauh melebihi ekspektasi penggunaan perangkat ponsel biasa. Saat ini sudah muncul #smartphone atau ponsel pintar yang tentunya mampu memberikan manfaat lebih banyak dan dapat membantu untuk menyelesaikan beragam permasalahan yang ada. Perkembangan seperti inilah yang nampaknya menjadi kendala bagi salah satu perusahaan teknologi besar, Intel.

Perusahaan produsen perangkat keras chip tersebut, saat ini sedang memasuki masa kritis bahkan dikabarkan akan merumahkan belasan ribu karyawannya. Mengapa hal tersebut bisa terjadi pada perusahaan sekelas Intel? Ternyata ada beberapa kesalahan yang pernah dibuat Intel di masa lalu yang menjadikannya berada di kondisi seperti saat ini

Terlambat Menyadari Potensi Teknologi Mobile

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, jika dulu perangkat ponsel sudah dirasa sangat canggih dan dapat membantu keperluan komunikasi umat manusia, tidak dengan saat ini. Kini manusia modern membutuhkan sesuatu yang mempunyai nilai lebih, ketimbang hanya sekedar komunikasi. Mereka membutuhkan hiburan, keamanan, hingga beragam fasilitas yang dapat membantu pekerjaan mereka.

Dari situlah tren perangkat canggih berbasis mobile muncul. Perangkat seperti smartphone, tablet hingga perangkat wearable, semua didesain untuk memberikan segudang manfaat lewat satu perangkat. Dan apa yang terjadi dengan perusahaan Intel? pada saat potensi teknologi mobile belum berkembang seperti saat ini, perusahaan tersebut terkesan acuh dengan hanya bertahan pada pengembangan chip untuk perangkat komputer atau PC.

Artikel lain: Inilah 5 Proyek “Gila” yang Gagal Diwujudkan Google

Disampaikan oleh seorang pengamat teknologi, Walter Isaacson, saat ini era penggunaan perangkat laptop ataupun PC sudah mulai bergeser ke pada perangkat mobile. Penggunaan aplikasi yang mempunyai beragam fungsi, dirasa lebih adaptif bagi masyarakat urban.

Dan dalam perkembangan, nyatanya perusahaan besar seperti Microsoft dan juga Intel terbilang gagal untuk mengadaptasi adanya revolusi mobile. Untuk perusahaan Intel sendiri, mereka sebenarnya bisa dibilang tidak terlalu serius ketika menggarap chip yang didesain khusus untuk perangkat berbasis mobile. Inilah kesalahan pertama yang membuat Intel menghadapi masalah.

“Saya pikir kita semua sudah pindah dari era laptop dan PC ke era mobile, yang melibatkan aplikasi dan sebagainya. Dan seperti halnya Microsoft ketinggalan revolusi mobile, Intel juga demikian. Mereka tidak pernah benar benar membuat chip yang tepat untuk ponsel dan perangkat mobile,” ujar Walter.

Tidak Berani Untuk Mengambil Resiko

Ketika perusahaan lain seperti Apple yang berkembang di bawah asuhan Steve Jobs, dapat memanfaatkan awal mula tumbuhnya industri perangkat mobile dengan sangat baik, tidak demikian dengan perusahaan Intel yang sebenarnya sudah mempunyai pondasi yang baik.




Dalam keterangannya Walter Issacson menyampaikan bahwa sosok Steve Jobs mempunyai keberanian untuk melakukan strategi yang dinamakan kanibalisasi bisnis. Jika diterjemahkan kembali, strategi ini dijalankan dengan cara mengorbankan beberapa pencapaian bisnis dalam bentuk produk untuk menciptakan sebuah produk baru yang dapat berkembang dan mempunyai masa depan yang lebih baik.

Ia memberikan contoh, pada saat mengembangkan Apple, waktu itu Steve Jobs berani untuk mengambil terobosan ketika mengembangkan perangkat pemutar musik iPod. Setelah iPod sudah cukup berkembang, Steve kembali melakukan strategi kanibalisasi dengan mengembangkan iPhone. Dan nyatanya, produk #iPhone dapat bersaing dengan sangat baik utamanya ketika trend perangkat mobile telah booming seperti saat ini.

Baca juga: Mengulik Kemunduran Industri Smartphone Tiongkok, Akankah Era Ponsel “Kelas Dua” Punah?

Di sisi lain, pada tahun 2007 ketika tren mobile sudah mulai menjamur, Intel justru dinilai kurang berani untuk berpaling dari pengembangan chip untuk perangkat PC. Meski telah membuat teknologi chip untuk PC yakni Atom, nyatanya jenis chip tersebut tidak mendapatkan perhatian sepenuh hati sehingga gagal bersaing dengan pemain lain di bidang mobile chip seperti ARM yang saat ini berhasil menjadi basis vendor untuk produk seperti Qualcomm dan Samsung.

Beberapa kesalahan tersebut akhirnya memberikan dampak yang sangat besar terhadap keberlangsungan bisnis perusahaan Intel. Seakan tergopoh-gopoh mengejar ketinggalannya, Intel juga pernah “banting harga” agar chip mobile Atom bisa banyak digunakan pada perangkat tablet. Nyatanya, tren penggunaan tablet justru tidak terlalu berkembang kalah bersaing dengan produk smartphone yang akhirnya mengantar Intel semakin tenggelam.



1 comment on this postSubmit yours
  1. dunia memang terus berputar

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud