Ajarkan Main Dota 2, Mungkin Ini Nih Sekolah Impian Para Gamer

Ajarkan Main Dota 2, Mungkin Ini Nih Sekolah Impian Para Gamer

kurikulum game di sekolah
Image dari Google.com

Sebagai salah satu efek dari perkembangan teknologi yang semakin maju saat ini, game tentunya yang menjadi alternatif media hiburan yang banyak digemari utamanya oleh generasi muda. Hal tersebut lantas memunculkan stigma negatif bahwasanya bermain #game kebanyakan hanya memberikan dampak negatif jika dibanding dengan dampak positifnya.

Secara umum, pemikiran tersebut memang tidak bisa disalahkan. Pasalnya mayoritas anak muda yang gemar bermain game terkadang justru terjerumus pada kondisi ketagihan untuk bermain dan melupakan banyak tanggung jawab.

Namun di sisi lain kita tidak bisa menutup mata bahwa bermain game juga mempunyai beberapa sisi positif apabila dilakukan secara seimbang dan terukur. Sebagai bukti, saat ini telah banyak muncul gamer profesional yang mampu berkiprah dan berprestasi berawal dari kegemarannya bermain game. Dan pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang adanya fenomena di mana game telah masuk ke ranah #pendidikan bahkan menjadi materi kurikulum di sekolah-sekolah tertentu.

Kurikulum Game Di Sekolah Norwegia

Yakni sebuah sekolah bernama Garnes Vidaregaande Skule yang terletak di Bergen, Norwegia menjadi salah satu sekolah di dunia yang telah menerapkan mata pelajaran gaming dalam kurikulum sekolah tersebut. Yang menjadi awal mula munculnya ide untuk menerapkan materi gaming di sekolah tersebut adalah adanya fenomena perkembangan eSport game yang semakin tenar di seluruh dunia.

Sebagai informasi, eSport game merupakan pengembangan konsep permainan game yang dibentuk layaknya turnamen yang diselenggarakan secara profesional. Diikuti oleh tim tim perwakilan dari berbagai negara, adanya tren eSport game juga menjadi indikasi kian majunya #teknologi serta pengelolaan game.

Kembali lagi pada sekolah Garnes Vidaregaande Skule yang resmi mengadakan mata pelajaran gaming, menurut Manager Jurusan IPA sekolah tersebut, Petter Grahl Johnstad menyatakan bahwa penerapan materi game di sini lebih bertujuan untuk melatih tentang kerjasama tim, fokus serta pengendalian mekanik para siswa. Lebih dari itu, pembelajaran yang diadakan dalam rentan waktu 5 jam tiap pekan tersebut, bukan hanya difokuskan untuk bermain.

Artikel lain: Tak Selalu Buruk, Inilah 7 Bentuk Potensi dan Kelebihan Menjadi Seorang Gamer

Sekolah juga menyatakan bahwa, sebenarnya game mempunyai peran yang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan para siswa. Selain sebagai salah satu media hiburan, game juga mampu memotivasi para siswa untuk semakin terpacu dan berusaha yang berprestasi dalam bidang yang digemari.

Dalam rencana penerapan kurikulum game tersebut, nantinya para pengajar juga diambilkan dari profesional di bidang game. Beberapa judul game yang rencananya akan mengisi kurikulum tersebut yakni League of Legends, Dota 2 serta game bergenre FPS Counter Strike: Global Offensive. Sebagai fasilitas tambahan para siswa juga akan mendapatkan hardware video card Nvidia GeForce GTX 980Ti sebagai salah satu “senjata” menggali ilmu.

Kurikulum Serupa Juga Dikembangkan Di Swedia

Tidak hanya di Norwegia, negara Eropa lain yang bahkan telah lebih dulu menerapkan kurikulum bermateri gaming adalah Swedia. Khusus untuk negara yang satu ini memang sudah sejak lama menempatkan gamers sebagai salah satu profesi yang dipandang positif. Tingginya penghargaan terhadap para gamer di negara ini akhirnya memancing tumbuh suburnya industri game di negara Semenanjung Eropa tersebut.

Beberapa alasan mengapa negara tersebut sangat akrab dengan dunia game adalah yang pertama sistem pendidikan Swedia yang memang lebih menitik beratkan pada pengembangan skill ketimbang teori. Selain itu sudah banyak juga gamer profesional dari negera tersebut yang berhasil mengharumkan nama negara. Di dukung dengan perkembangan teknologi yang sudah maju, jadilah Swedia sebagai salah satu surganya pecinta game.

Baca juga: Game Mania Wajib Tahu! 10 Perusahaan Game Terbaik Di Dunia

Hampir serupa dengan konsep yang diterapkan di negara Norwegia, pada dasarnya tujuan yang ingin didapatkan dengan menerapkan materi game dalam kurikulum sekolah ialah untuk memberikan alternatif baru bagi siswa dalam proses pengembangan diri. Bahkan lebih lanjut, tidak menutup kemungkinan bahwa dari akademi sekolah tersebut nantinya bisa lahir para gamer profesional yang bisa berprestasi di kancah dunia.

Yang unik dari beberapa sekolah dengan materi gaming di Swedia, mereka menyewa para gamer profesional dari tim eSport sebagai guru dan mentor mata pelajaran tersebut. Lalu bagaimana jika konsep serupa diterapkan di Indonesia?

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan