Aitthipat Kulapongvanich ~ Miliarder Muda dan Suskes Asal Thailand yang Mampu Bertahan...

Aitthipat Kulapongvanich ~ Miliarder Muda dan Suskes Asal Thailand yang Mampu Bertahan dari Segala Kesulitan

Aitthipat Kulapongvanich
Image dari Google.com

Jatuh bangunnya dalam membangun sebuah bisnis, tidak membuat pemuda asal Thailand menyerah untuk menjadi seorang pengusaha. Dilahirkan di Thailand pada tahun 1984, Top Aitthipat Kulapongvanich atau lebih dikenal dengan Top Ittipat berasal dari keluarga berkecukupan sehingga membuatnya tidak terlalu memikirkan masa depannya.

Sampai dimana musibah menimpa keluarganya dengan bangkrutnya usaha miliki orang tuanya dan menanggung hutang sebesar 40 juta bath. Kejadian tersebut membuatnya berpikir lebih keras dalam membangun bisnis agar dapat melunasi semua hutang yang ditanggung oleh orang tuanya. Dan pada akhirnya ia berhasil membangun usaha Tao Kae Noi berupa cemilan rumput laut goreng dengan kemasan.

Mendapat Penghasilan dari Permainan Game Online

Kehidupan dimasa sekolahnya dipenuhi dengan permainan game online sampai membuatnya merasa kecanduan. Ternyata game online berdampak buruk bagi sekolahnya hingga ia menelantarkan pendidikannya di usia 16 tahun. Namun kegemarannya dalam bermain game online, justru mendatangkan banyak uang dengan melakukan penjualan senjata-senjata pada game.

Uang hasil dari permainan gamenya, ia gunakan untuk membeli sebuah mobil dengan harga 600 bath (sekitar 200 juta rupiah). Karena bisnis penjualan pada game online termasuk bisnis yang ilegal, menyebabkan rekening game online milikinya diblokir karena diketahui melakukan transaksi jual beli didalamnya. Top Ittipat sempat menolak untuk masuk ke perguruan tinggi, namun karena paksaan orang tuanya, akhirnya ia masuk ke salah satu Universitas swasta.

Artikel lain: 5 Film Tentang Motivasi Bisnis Ini Bisa Menyemangati Anda

Musibah yang Membentuk Top Menjadi Pengusaha Hebat

Sampai tibanya kehidupan keluarga Top Ittipat mengalami perubahan besar dalam masalah ekonomi yang disebabkan oleh kebangkrutan bisnis orang tuanya. Dan tak hanya itu saja, hutang harus ditanggungnya sebesar 40 juta bath memperburuk keadaan keluarganya. Karena rumah milik keluarga Top disita, orang tuanya memutuskan untuk pindah ke China.

Akan tetapi Top tetap bersikeras untuk tetap tinggal di Thailand sampai dapat menyelesaikan semua masalahnya. Untuk mengatasi masalah ini, ia mencoba untuk membeli DVD Player dari sisa uang hasil permainan game online. Namun masalah semakin rumit, ternyata DVD Player yang ia beli merupakan barang palsu.

Kejadian ini tidak membuatnya gentar untuk memperbaiki keadaan keluarganya dengan membangun bisnis. Dan terpaksa ia haru menjual barang-barang berharga miliknya untuk kehidupan sehari-hari serta sebagai modal untuk membangun usaha.

Belajar Bisnis dari Kacang Goreng

Pada sebuah pameran yang Top kunjungi, ia melihat sebuah alat untuk menggoreng kacang dan memberanikan diri menyewa alat tersebut seharga 10.000 bath perbulan. Bisnis kacang goreng yang ia lakukan diawali dengan menjualnya di sebuah Mall. Dengan kerja keras dan inovasi yang ia lakukan terhadap bumbu kacang goreng, membuatnya kebanjiran customer dan keuntungan yang sangat banyak, walaupun awalnya Top merasa putus asa karena bisnisnya tersebut sangat sedikit pembelinya.

Bisnis kacang goreng ini ternyata tidak berjalan mulus, Top mengalami masalah pada alat penggoreng kacang yang mengeluarkan asap sehingga mengotori bagian atapnya. Kejadian ini membuat pihak Mall membatalkan kontrak dan Top terpaksa harus menutup bisnis kacang gorengnya.

Awal Terciptanya Produk Tao Kae Noi

Tiba-tiba inspirasi baru datang menghampirinya dalam bentuk sebuah ide bisnis cemilan rumput laut. Pada awal menerapkan ide bisnisnya tersebut, ia menjumpai satu kendala yaitu rumput laut hanya dapat bertahan dalam satu minggu. Bisnis harus tetap dijalankan, mendorongnya untuk berkonsultasi kepada seorang ahli dibidang pangan agar mendapatkan mengatasi masalah rumput laut yang cepat basi.

Satu masalah terselesaikan, namun masalah lain menghampirinya yaitu rumput laut yang ia goreng terasa pahit. Berkali-kali dilakukan percobaan dengan menghabiskan uang sebesar 100.000 bath (sekitar 28 juta rupiah). Usaha yang ia lakukan terus menerus akhirnya mendatangkan hasil dengan terciptanya rumput laut goreng dengan rasa yang lezat buatan Top Ittipat beserta pamannya.

Baca juga: Louis Barnett ~ Berawal Dari Kecintaan, Pemuda Ini Berhasil Jalankan Bisnis Cokelat yang Mendunia

Inspirasi lain datang lagi menghampirinya ketika Top mengunjungi sebuah mini market 7-Eleven. Dengan menerapkan strategi penjualan dari kursus bisnis yang pernah diikutinya, ia menginginkan produk rumput laut yang dimiliknya masuk kedalam produk yang dijual oleh 7-Eleven. Tidak semudah membalikan tangan yang disertai dengan rasa putus asa, namun membuahkan hasil ketika Tao Kae Noi tersebar di semua mini market 7-Eleven diseluruh dunia. Keberhasilan ini membuatnya dapat melunasi semua hutang keluarganya setelah dua tahun.

1 KOMENTAR

  1. Muhammad Fajrin Saputra

    Menginspirasi banget …
    Hope someday I catch up him , salute

Tinggalkan Balasan