Agate Studio ~ Developer Game Asal Indonesia yang Sukses dengan Modal “Passion”

agate studio

Image dari Gurita.id

Game memang sudah bukan barang yang luar biasa saat ini. Dengan pertumbuhan perangkat yang bisa menjalankan game dan kemudahan untuk mendapatkan perangkat tersebut maka #game makin mudah dimainkan oleh siapa saja dan kapan saja. Dengan semakin bertambahnya jumlah pengguna game yang ada, potensi pengembangan dan pembuatan game pun semakin besar.

Tak ayal bila kini #developer game tak hanya muncul dari luar negeri namun juga hadir dari dalam negeri. Salah satu contoh pengembang game asal negeri sendiri itu adalah anak-anak muda dalam naungan Agate Studio. Anak-anak bangsa yang berjumlah 16 orang yang bersama kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) ini sepakat untuk membuat hal serupa yang lebih dahsyat, minimal untuk diri mereka sendiri guna berbagi pengalaman bermain game yang lebih menarik.

Dengan ketekunan dan kerja keras yang mereka dijalankan, maka mereka pun mampu menjadikan Agate Studio sebagai tempat yang developer game ternama saat ini. Lalu bagaimana kisah anak-anak ITB ini merintis dan menjalankan Agate Studio? Berikut ulasannya.

Lahirnya Agate Studio

Saat ke-16 remaja ini berkumpul dan sepakat untuk membuat game, mereka terlihat sangat antusias sekali. Bahkan Andhika H. Estrada, co-founder, Chief Development Officer saat itu menyatakan bahwa dirinya sangat tidak menyangka bahwa dirinya akan membuat game yang dulunya hanya bisa dimainkannya. Berbekal pengalaman dan kecintaan yang sama pada dunia game ke-16 remaja asal Bandung ini pun mulai membangun game di laboratorium.

Proyek pertama mereka di tahun 2008 adalah membuat game bernama “Ponporon” untuk konsol game Xbox 360. Meski selesai dalam waktu satu bulan, sayangnya game ini tidak mampu mendatangkan penghasilan. Hingga sebelum Agate Studio dibangun pada April 2009, mereka saat itu tidak dapat menghasilkan satu pun game yang menguntungkan.




Artikel lain: Game Tegar, Kreasi Agate Jogja yang Kreatif, Lucu Nan Konyol

Arti Nama Agate Studio

Menurut Andrew P. Budianto, Guild Master Agate Studio, nama Agate tidak memiliki arti dan filosofi apapun. Nama Agate dipilih karena tim suka kata yang berawalan A yang selalu berada di awal. Sedangkan nama studio yang mengiringi nama Agate mengandung arti tempat untuk mengkreasikan game. Tempat untuk berkreasi ini pada akhirnya mengandung makna bahwa tempat ini digunakan bukan semata hanya untuk bekerja namun juga sebagai tempat untuk bermain bersama.

Setelah Agate Studio berdiri maka mereka kemudian langsung bergerak untuk menciptakan tiga game untuk Xbox. Untuk project yang satu ini mereka sangat serius mengerjakannya. Keseriusan ini nampak pada pengumpulan modal oleh seluruh tim untuk kelangsungan hidup perusahaan. Modal yang terkumpul tersebut kemudian dikembalikan lagi dalam bentuk gaji yang mereka bagi rata.

Uniknya gaji pertama dari wujud pengembalian modal tersebut saat itu hanya berjumlah Rp 50 ribu per bulan yang bertahan selama enam bulan pertama. Setelah enam bulan terlewati, Agate Studio sudah bisa menggaji karyawannya hingga di atas UMR Jakarta (Rp 1.290.000) dengan jumlah karyawan yang mencapai 60 orang dalam waktu hampir dua tahun.

Terbalik, Dari Pasar Global baru kemudian Pasar Lokal

Dalam pemasaran yang dijalankan sejak tahun 2009, Agate Studio memiliki konsep yang berbeda dengan bisnis kebanyakan. Jika usaha pada umumnya menyasar dulu pasar lokal untuk menuju pasar global, Agate Studio berkebalikan dengan menjadikan pasar global sebagai target pasarnya terlebih dahulu baru menuju pasar lokal.




Mengapa bisa demikian? Hal ini dilakukan Agate Studio karena mereka sangat sadar bahwa pasar Indonesia belum memadai untuk penjualan game. Untuk memperoleh penghasilan mereka sengaja memasukkan game-game mereka ke beberapa portal game. Setelah dirangkul Nokia Developer, Agate Studio kemudian mulai berani menjual karyanya ke pasar lokal.

Baca juga: Nightspade ~ Developer Game dengan Segudang Prestasi Asal Tanah Pasundan

Memenangkan Beragam Penghargaan

Setelah berjuang dan menjalankan usaha selama hampir lebih dari 7 tahun, Agate Studio pun telah mampu mencapai puncak prestasi dan kesuksesan. Dengan jumlah tim yang makin bertambah dan kapasitas ruangan dan fasilitas yang semakin lengkap menjadikan Agate Studio bisa memproduksi 20 game di waktu yang bersamaan.

Selain pencapaian jumlah produksi game, Agate Studio juga telah mendapatkan beberapa penghargaan seperti:

  • People’s Choice Mochi Award – Flash Gaming Summit 2010, San Francisco
  • First Winner Teknopreneur Award 2010
  • Kaskus Favorit Winner of Inaicta 2009
  • Most Growth Company Action Coach 2010
  • Winner Indigo Fellowship 2010
  • Winner Bubu Awards web game – Football Saga, Jakarta 2011
  • Two Awards in iMulai Microsoft 2011
  • Champion of CIMN clicks of the year 2011




1 comment on this postSubmit yours
  1. Mesti didukung nihh…

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2017 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud