6 Sikap Atasan Yang Sebaiknya Dilakukan Ketika Tidak Disukai Bawahan

Sikap Atasan Kepada Bawahan yang Baik

Image dari Linkedin.com

Menjadi seorang atasan bukanlah hal yang mudah, pasti akan banyak timbul masalah baik dari bawahan sendiri maupun dari rekan yang lain. Membanggakan memang ketika Anda mampu menempati posisi bos atau atasan dalam karier pekerjaan Anda. Namun jangan salah, menjadi seorang atasan pasti akan banyak konsekuensi yang harus dikomunikasikan dengan baik. Terutama tanggung jawab, dengan menempati posisi atasan, tanggung jawab pasti dengan sendirinya akan semakin bertambah berat.

Sebagai atasan, Anda tidak boleh lagi hanya memikirkan diri sendiri saja, Anda harus juga memikirkan bawahan Anda. Konflik dan friksi yang mungkin terjadi antara atasan dan bawahan adalah sesuatu yang wajar dalam pekerjaan.

Sebagai seorang atasan, Anda harus mampu mengelola konflik dengan baik agar di kemudian hari tidak berkembang menjadi masalah yang semakin rumit yang mungkin saja berpotensi menghancurkan bisnis. Lalu apa yang harus dilakukan seorang pimpinan ketika ia tidak disukai bawahannya, perhatikan beberapa tips di bawah ini.



1. Selidiki Terlebih Dahulu, Benarkah Ada Bawahan yang Tidak Menyukai Anda

Anda harus berhati-hati dalam menyikapi keadaan seperti ini. Anda harus benar-benar memastikan apakah benar ada bawahan yang tidak menyukai Anda, dan itu membuat kinerjanya menjadi tidak maksimal. Carilah informasi terkait hal itu kepada beberapa bawahan Anda, pastikan informasi dari bawahan yang bisa dipercaya. Setelah mendapatkan informasi, jangan ambil keputusan terlebih dahulu. Telaah dan pelajari lebih dalam lagi, agar tindakan yang mungkin akan Anda ambil nantinya tidak memperburuk keadaan.

Artikel lain: Ribetnya Kalau Atasan Suka Ngegosip, Tangkal Dengan Cara Ini Agar Tidak Mengganggu Pekerjaan

2. Anda Harus Bertanya Langsung Kepada Bawahan yang Tidak Menyukai Anda

Setelah Anda memperoleh informasi yang valid terkait siapa saja bawahan yang tidak suka kepada Anda, saatnya Anda mengambil tindakan sekarang. Panggil secara personal bawahan tersebut, lalu tanya saja secara langsung kepadanya. Tak usah sungkan, lebih baik terbuka kepada bawahan jika terjadi hal semacam ini.

Ajak bicara bawahan Anda dari hati ke hati, namun Anda tetap harus menjaga wibawa sebagai atasan dengan tetap bersikap tegas di hadapan bawahan. Tanyai bawahan Anda kenapa dan apa yang membuat bawahan tidak menyukai Anda.

3. Fokus Pada Masalah, Jangan Melebar Pada Hal Lain

Ketika Anda memanggil bawahan dan menanyai mereka secara langsung, usahakan fokus saja pada masalah yang sedang terjadi. Jangan Anda bertanya banyak hal, atau justru Anda mencari-cari kejelekan dan kelemahan anak buah Anda sendiri. Hal ini akan memperburuk keadaan dan justru akan membawa Anda jauh dari permasalahan sebenarnya.

Akan jauh lebih baik jika Anda menanyakan langsung tentang Anda atau kebijakan Anda kepada bawahan. Setelah itu bicarakan dan diskusikan dengan baik agar terhindar dari sikap dendam antara Anda dengan anak buah.

4. Anda Harus Bijak, Cari Juga Akar Permasalahannya

Anda juga tidak boleh asal marah saja ketika ada bawahan yang tidak menyukai Anda. Bijaklah, cari akar permasalahannya dulu yang membuat anak buah tidak menyukai atau malah membenci Anda. Untuk mulai melakukan penelusuran, ketika Anda menanyai bawahan, gunakan nada dan intonasi yang tepat, jangan bertanya dengan nada tinggi.

Mimik muka juga jangan terlihat emosional, yang sedang saja agar bawahan juga merasa tidak terintimidasi agar Anda bisa mendapatkan akar masalah yang sesungguhnya. Dengarkan dengan baik apa yang ia ungkapkan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

5. Letakkan Permasalahan Sesuai Tempatnya

Sebagai atasan, Anda harus mampu melihat masalah secara proporsional. Jangan terbawa emosi, dudukkan masalah sesuai kadar dan porsinya. Maksudnya adalah, jangan juga terlalu berlebihan menghadapi ketidaksukaan bawahan.

Karena sebagai atasan tentu ada saja bawahan yang tidak menyukai Anda, namun jika masih dalam kadar wajar, tidak perlu juga Anda mengambil tindakan tegas. Namun jika ketidaksukaan bawahan tersebut sudah pada kadar yang berbahaya bagi kelangsungan perusahaan maka Anda juga harus bertindak.

Baca juga: Manajemen Diri Dalam Mengahadapi Evaluasi Akhir Tahun Dari Atasan

6. Jangan Campur Masalah Pribadi Dengan Masalah Pekerjaan

Ini yang sangat penting lagi, Anda jangan sampai mencampuradukkan masalah pribadi pada masalah pekerjaan. Kebencian secara personal tidak boleh dijadikan sebuah alasan untuk membenci seseorang dalam kaitannya dengan pekerjaan. Anda juga harus menekankannya pada anak buah Anda. Dengan memisahkan masalah pribadi dengan pekerjaan, Anda mungkin akan lebih mudah menyelesaikan konflik yang mungkin muncul dengan bawahan Anda.





Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud