5 Tips Agar Konsumen Kembali Mempercayai Bisnis Anda

Konsumen-Kembali-Mempercayai-Bisnis-Anda-2

Setiap manusia pasti tak luput dari kekeliruan dan kesalahan, termasuk juga Anda sebagai seorang pebisnis. Anda pasti pernah mengambil keputusan atau tindakan yang akhirnya merugikan pelanggan. Bila sudah begini, tentu saja hubungan Anda dan pelanggan dapat renggang atau bahkan bisa saja pelanggan tak lagi percaya dengan kualitas bisnis Anda.

Jangan terlalu panik dan kawatir dengan masalah yang tak sengaja Anda lakukan.Tenangkanlah diri agar pikiran lebih jernih untuk memikirkan cara apa yang dapat Anda lakukan  untuk mengembalikan kepercayaan pelanggan. Nah, sebagai bentuk antisipasi ketika Anda tak sengaja melakukan kesalahan dalam berbisnis, bacalah dulu tips-tips penting berikut ini agar pelanggan tak terlanjur kecewa terhadap integritas bisnis Anda:

1. Sajikan Informasi Seputar Bisnis Secara Lengkap

Untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman terhadap bisnis Anda. Cobalah untuk melengkapi informasi, syarat dan ketentuan melalui media offline (brosur, spanduk, pamflet dll) dan media online (website, blog atau social media lainnya). Informasi yang lengkap dan rinci dapat meminimalkan kesalahan persepsi dan maksud yang diekspektasikan pelanggan.

Anda juga dapat menambahkan fitur FAQ (Frequently Asked Question) yang mencakup sejumlah pertanyaan dan keluhan yang sering disampaikan para pelanggan anda. FAQ akan menjadi salah satu panduan yang berharga bagi calon pelanggan yang baru mengenal bisnis Anda.

Artikel lain: Peluang Bisnis Modal Kecil Yang Bisa Dikerjakan Dari Rumah

Dalam proses pemberian informasi tentang usaha Anda sebenarnya yang paling penting adalah bagaimana pemaparan tersebut benar-benar mempresentasikan bisnis Anda dan jangan sampai ada hal yang bermakna dua atau membingungkan. Bersikap jujur dan jelas, itulah yang dibutuhkan.




2. Minta Maaf Sesegera Mungkin

Perjalanan bisnis memang selalu diwarnai dengan berbagai kendala, kekurang cermatan atau ketidaktelitian dari para pelaku yang terlibat di dalamnya. Hendaknya saran dan kritik pedas yang dilontarkan oleh pelanggan dapat disikapi secara sopan, lapang dada dan menjadikannya sebagai masukkan yang sangat berguna.

Jangan memasang mimik wajah cemberut atau marah ketika pelanggan Anda sedang menyatakan rasa kecewa dan komplainnya terhadap bisnis Anda. Segera sampaikan permintaan maaf secara sopan kepada pelanggan yang sedang merasa kecewa. Gunakanlah bahasa yang bersahabat, ekspresi yang sopan dan sungguh-sungguh agar pelanggan dapat menerima permintaan maaf Anda.

3. Jangan Sepelekan Ucapan Pelanggan

Alangkah baiknya bila kita menunjukkan rasa peduli dan mulai mencoba mendengarkan keluhan pelanggan secara baik dan teliti. Biarkanlah pelanggan Anda melampiaskan amarahnya hingga selesai dan jangan mencoba untuk memotong pembicaraannya.

Artikel lain: Tips Mengenali Pelanggan Potensial di Bisnis Anda

Biasanya emosi pelanggan akan lebih membaik setelah mencurahkan kekecewaannya terhadap bisnis Anda. Hal ini secara tak langsung juga akan memberikan kita kesempatan untuk memikirkan solusi terbaik bagi permasalahan bisnis yang sedang anda alami. Jadi, tetaplah tenang dan tak terpengaruh dengan keadaan emosi yang memanas.




4. Tetaplah Menjadi Pebisnis yang Percaya Diri

Tetaplah menjadi pebisnis yang percaya diri setelah menanggapi keluhan dan kekecewaan yang disampaikan oleh para pelanggan. Lengkapi sikap percaya diri dan jiwa besar dengan tindakan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas bisnis berbekal masukan dan kritik berharga dari para pelanggan Anda.

Lakukan cara positif untuk kembali menjalin komunikasi yang akrab dengan para pelanggan. Sikap sopan dan beretika akan membuat para pelanggan merasa segan dan ini akan sedikit demi sedikit memulihkan loyalitas mereka terhadap bisnis Anda. Terkadang tahap ini merupakan yang tersulit, tak jarang banyak pengusaha yang mulai meragukan kelanjutan bisnisnya ketika menemui kendala atau ketidak percayaan konsumen.

5. Berikan Gift Sebagai Bentuk Permintaan Maaf

Anda dapat memberikan gift sebagai bentuk permintaan maaf secara nyata kepada pelanggan. Misalnya saja pelanggan merasa kecewa pada produk kuliner Anda yang mengalami penurunan kualitas rasa, maka Anda dapat berupaya mengembalikan kepercayaan mereka dengan cara memberikan tester produk gratis dengan kualitas rasa yang telah ditingkatkan. Atau Anda juga dapat memberikan potongan harga kepada para pelanggan yang sedang mengalami kekecewaan.

Baca juga: 6 Ide Bisnis Rumahan Untuk Ibu Rumah Tangga

Jadi, apapun tipe pelanggan yang kita hadapi, cobalah untuk senantiasa menghadapinya dengan kepala dingin dan hati yang berjiwa besar. Jangan menjadikan kekecewaan pelanggan sebagai suatu kegagalan dalam berbisnis. Akan tetapi, mulailah menerima saran dan kritik dengan tangan terbuka. Karena sesungguhnya tak ada bisnis yang tidak melalui halangan untuk mencapai puncak kesuksesan. Tetap semangat dan menjadi pebisnis yang bijak, ya.



3 total comments on this postSubmit yours
  1. hal yang sepele tapi terkadang kita lupakan, trims mengingatkan kembali.

  2. Ini baru mantap, sebagai pembisnis ada beberapa yang harus saya terapkan

  3. ini mengena sekali untuk bisnis saya. saya bisnis jual beli laptop second. nama nya barang elektronik bukan tanpa kendala. sudah saya minimalisir dari Quality Check sebelum barang sy stok, sortir, pembenahan, sampai penjualan. Alhamdulillah sekarang tingkat komplain semakin kecil sekali.

    Kelanggengan bisnis terjadi karena dalam bisnis kita mengutamakan kastemer, karena dari mereka lah bisnis berjalan. keluhan mereka segera ditangani, dan jgn ada keluhan serupa di kemudian hari.

    mantap artikelnya gan !! :)

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud