5 Mitos Ini Kerap Hantui Pengembang Startup Aplikasi Mobile

Startup Aplikasi Mobile

Image dari Vasco.com

Aplikasi mobile saat ini memang telah populer dan banyak dimanfaatkan orang untuk membantu menjalani pekerjaan dan aktivitas. Dari besarnya penggunaan #aplikasi mobile ini beberapa pihak kemudian tertarik untuk menjadikannya sebagai peluang untuk meraih keuntungan.

Dengan mengembangkan #startup aplikasi mobile, mereka mencoba berkreasi dan berinovasi menciptakan aplikasi mobile yang bisa diminati masyarakat. Namun sayangnya, dalam mengembangkan aplikasi mobile, banyak startup yang masih terbelenggu dengan beberapa mitos yang kemudian membelenggunya untuk maju dan tumbuh.

Artikel lain: 5 Tips Agar Aplikasi Mobile Anda Sukses dan Laris Manis

Mitos yang tidak sepenuhnya benar ini tentu akan sangat memiliki pengaruh negatif bagi para pengembang startup. Maka sebisa mungkin seharusnya para pengembang startup tidak terpengaruh dengan mitos-mitos yang ada ini. Lalu seperti apakah mitos-mitos yang sering menghantui para pengembang startup aplikasi mobile ini? Berikut ulasannya.

1. Wajib Ahli Teknologi

Mitos pertama yang seringkali menghantui para pengembang startup aplikasi mobile ini adalah kewalahan oleh #teknologi. Mendengar kata aplikasi mobile memang akan selalu membawa seseorang pada konsep teknologi. Dari sini kemudian membuat banyak orang yang tidak berlatar belakang IT merasa tak mampu, kewalahan dan akhirnya mundur.

Namun ternyata pernyataan bahwa aplikasi mobile berkaitan dengan teknologi ini tidak sepenuhnya benar. Dalam pengembangan aplikasi mobile ini akan banyak unsur dan komponen yang harus dikerjakan selain hanya mengerjakan coding dan unsur teknologi lainnya. Jika kita memang tidak menguasai teknologi, kita bisa saja merekrut karyawan yang memang ahli pada bidangnya masing – masing, sedangkan Anda mengerjakan yang lainnya.

2. Harus Selalu Terus Membangun Aplikasi

Startup yang bermakna perusahaan rintisan memang akan banyak bergelut dengan tahap pembangunan awal sebuah usaha. Apalagi untuk startup aplikasi mobile, mereka bisa jadi harus benar-benar memulai dari nol. Namun meskipun berkonsep startup atau perusahaan rintisan, tidak selamanya Anda harus membangun aplikasi.

Saat di mana aplikasi Anda sudah masuk ke pasaran dan mulai mendapatkan pengguna, itu artinya Anda harus mulai masuk tahap pengembangan produk. Pada tahap ini Anda tak perlu lagi memulainya dari nol. Anda hanya tinggal memperbaiki dan melengkapi beberapa kekurangan yang bisa didapat dari respon pasar.

3. Ide Menghasilkan Fitur Harus Selalu Ada

Meski bisnis startup ini sangat berkaitan dengan bisnis kreatif dan inovasi, bukan berarti Anda harus terus menerus bekerja keras memikirkan dan menghasilkan ide. Startup aplikasi mobile yang banyak menuntut pengembangnya menghasilkan ide berupa fitur-fitur yang canggih dan menarik ini kemudian menciptakan sebuah mitos yang kini sering salah kaprah.




Seorang pengembang aplikasi memang berkewajiban memikirkan ide untuk aplikasi mobile yang akan diluncurkannya, namun dilain hal yang juga sangat penting untuk dipahami adalah bahwa mereka juga harus juga mengeksekusi ide tersebut.

Ide tanpa pelaksanaan atau eksekusi tentu akan sia-sia saja. Akan jauh lebih baik bagi Anda untuk menghasilkan sedikit ide namun cepat dalam eksekusi, daripada banyak menciptakan ide namun nihil eksekusi.

4. Startup Aplikasi Mobile Butuh Biaya Besar

Berikutnya, mitos yang seringkali menghantui pengembang startup aplikasi mobile adalah pemasaran yang membutuhkan banyak pengeluaran uang. Pemasaran yeng merupakan tahap yang tak mungkin terlewatkan bagi bisnis apapun, termasuk aplikasi mobile pada awalnya memang membutuhkan uang atau biaya.

Namun jika Anda sudah sukses pada tahap awal pemasaran dengan dukungan banyak pengguna, maka Anda tak perlu lagi terlalu banyak mengeluarkan biaya untuk pemasaran. Ini karena pemasaran Anda akan banyak dibantu dan dilakukan oleh para pengguna yang telah menyukai aplikasi Anda. Pembicaraan dari pengalaman mereka menggunakan aplikasi kita adalah kuncinya.

Itu sebabnya kita harus mampu menciptakan kesan dan pengalaman terbaik bagi pelanggan untuk setiap yang kita ciptakan. Dengan begitu mereka akan merekomendasikan produk kita kepada orang lain.

Artikel lain: Panduan Proses Pembuatan dan Peluncuran Aplikasi Mobile yang Efektif 

5. Hanya Berfikir Tentang Dana

Terakhir, mitos yang seringkali muncul pada usaha rintisan atau startup aplikasi mobile adalah pemikiran para pengembang yang terfokus pada dana. Dana memang sangat penting bagi startup untuk menciptakan dan mengembangkan aplikasi beserta fitur-fitur kelengkapannya. Namun dalam sebuah bisnis rintisan, Anda juga harus memikirkan hal lain selain mengumpulkan dana.

Ini terjadi saat Anda harus memikirkan ide atau mulai memasarkan produk. Ketika itu konsentrasi Anda tidak lagi harus berfokus pada uang untuk pendanaan, namun Anda harus bekerja keras untuk memikirkan teknik ide dan strategi pemasaran yang efektif dan menghasilkan.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud