5 Fakta Dibalik Layanan COD Yang Harus Diketahui Pebisnis Online

layanan cod

Salah satu cara transaksi yang kian populer diterapkan oleh kebanyakan #toko online di Indonesia guna melayani pembelian adalah cash-on-delivery (COD). Dengan sistem COD ini, pengguna hanya perlu masuk ke situs e-commerce, memilih barang, memasukkan alamat, lalu tinggal membayarnya saat barang telah datang ke depan pintu rumah mereka.

Konsep transaksi seperti COD ini memang akan lebih menguntungkan pihak pembeli dan seringkali merugikan pihak perusahaan. Hal ini dikarenakan banyak kejadian yang membuat pihak penyedia layanan COD menjadi rugi, seperti pembeli yang secara sepihak membatalkan pembelian mereka setelah melihat produknya atau pembeli yang hanya membeli salah satu pesanan, sedangkan mereka sebelumnya telah memesan banyak produk.

Dari beberapa kasus yang ada ini, maka Anda sebagai pelaku #bisnis online harus mengetahui dengan benar beberapa fakta tentang layanan COD di Indonesia yang diungkap oleh co-founder Zalora Indonesia, Hadi Wenas berikut ini.

1. Pengembalian Barang Memang Akan Terjadi

Umumnya perusahaan yang melayani COD memiliki kekhawatiran besar pada pembeli yang dengan mudahnya mengembalikan barang (tidak jadi membeli). Maka perusahaan seringkali berpandangan bahwa kesuksesan penjualan masih belum tercapai hingga kemudian pembeli benar-benar menyerahkan uangnya, terlepas dari berapa kali pelanggan memesan.

Nah, berkaca dari pengalaman Zalora, Hadi Wenas mengatakan bahwa pengembalian barang akan selalu dialami oleh perusahaan yang melayani COD. Menurut Hadi Wenas pengembalian barang akan terjadi namun sebanyak kurang dari lima persen dari seluruh pengantaran barang.

Artikel lain: Melihat Layanan Pembayaran COD eCommerce Di Indonesia

2. Bersiaplah Untuk Pengembalian Terburuk

Meskipun Anda memberikan ketentuan seketat apapun untuk persyaratan pengembalian, akan selalu ada saja beberapa pembeli yang mencoba mempermainkan sistemnya, seperti mengembalikan produk karena alasan kotor setelah dipakainya, mengembalikan produk asli dengan produk palsu atau malah mengembalikan dengan produk lain yang lebih murah.

Namun untungnya kasus pemngembalian terburuk ini jarang terjadi. Meski demikian, Wenas berpesan agar pebisnis selalu siap dengan kondisi ini dan berusaha sekuat mungkin untuk membuat kebijakan pengembalian yang ketat. Terkadang, COD yang memberatkan ini tak perlu terlalu ditakutkan dan dibuat pusing, karena jika kita bisa memuaskan konsumen dengan produk dan layanan kita, maka kasus pengembalian barang akan hilang dengan sedikit demi sedikit.

3. COD Bukanlah Alasan Utama Terjadinya Pengembalian

Fakta berikutnya yang harus dicermati para pebisnis online adalah bahwa layanan COD ternyata bukanlah satu-satunya alasan atau penyebab utama konsumen mengembalikan barang. Seringkali pengembalian barang terjadi karena kurangnya informasi mengenai produk yang ditransaksikan. Hal ini terjadi ketika toko online tidak memperlihatkan dan menjelaskan secara detail barang mereka secara rinci.

Akibatnya pengembalian barang terjadi saat barang yang telah diantar tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan pembeli. Untuk mengurangi risiko seperti itu, maka sebaiknya pebisnis harus membuat tampilan produk yang jelas dengan gambar beresolusi tinggi dan bisa terlihat dari berbagai sisi. Selain itu jelaskan atau informasikan secara detail produk yang akan Anda jual.




4. Semakin Dewasa Pasar, Semakin Sering Pengembalian Terjadi

Berbeda dengan apa yang dikira kebanyakan orang, Hadi Wenas malah meyakini bahwa dengan semakin dewasanya pasar, maka pengembalian barang akan semakin mungkin terjadi. Ini karena akan banyak orang yang coba memanfaatkan sistem COD dengan memesan beberapa barang dan kemudian hanya membeli dan membayar satu barang ketika semua barangnya sudah sampai.

Dari sini memang kembali pada pebisnis itu sendiri, apakah akan tetap memilih layanan COD atau berganti layanan. Namun menurut Wenas, COD yang merupakan cara untuk mendorong orang agar berpindah dari belanja offline ke belanja online ini akan selalu menjadi solusi alternatif dan selalu dicari konsumen untuk memberikan kemudahan berbelanja.

Baca juga: Mengenal 5 Bentuk Bisnis Ecommerce  Yang Ada Di Indonesia

5. Perusahaan Logistik Indonesia Lebih Terbuka Pada COD

Fakta terakhir yang harus Anda ketahui dari COD adalah bahwa perusahaan #logistik yang meyalani pengiriman barang kini akan lebih terbuka terhadap COD. Hal ini terjadi karena prosek e-commerce di Indonesia yang terus menggeliat dan tumbuh pesat. Selain itu, saat perusahaan logistik kecil mulai ikut meminati COD, maka perusahaan logistik besar yang sebelumnya tak terlalu melirik COD, sekarang akhirnya mau mengambil peluang ini.

Pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni dari plus-minus layanan COD kini membuat perusahaan logistik lebih terbuka. Namun tetap saja kita sebagai pebisnis yang menggunakan layana COD harus tetap berhati-hati memilih perusahaan logistik yang ada. Maka, jalinlah kerjasama yang baik dengan perusahaan logistik yang Anda percayai sehingga semua pihak merasa senang dan saling menguntungkan.



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud