5 Alasan Mengapa E-Commerce di Indonesia Wajib Hindari Profit Oriented Semata

5 Alasan Mengapa E-Commerce di Indonesia Wajib Hindari Profit Oriented Semata

ecommerce indonesia

Pertumbuhan dan perkembangan bisnis e-commerce di Indonesia saat ini memang sangat mengagumkan. Bagaimana tidak, semakin menjamurnya #online shop dan marketplace tiap harinya mengindikasikan bahwa bisnis ini benar-benar gurih untuk dijalani. Bahkan saking meledaknya perdagangan elektronik ini, membuat pemerintah akhirnya turun tangan untuk bisa menertibkan dengan membuat beberapa kebijakan.

Besarnya potensi yang ada pada bisnis #e-commerce di Indonesia ini pada akhirnya melahirkan sebuah cerita tentang para pelaku yang ingin mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Namun wacana mencari profit yang sudah biasa dalam dunia bisnis ini, terdapat pengecualian pada bisnis e-commerce, ada apa dan mengapa hal ini bisa terjadi? Berikut ulasannya.

1. Industri E-Commerce Indonesia masih Dalam Tahap Perkembangan

Dalam dunia bisnis, mencari profit atau keuntungan memang tidak ada yang salah. Beberapa kasus juga menunjukkan bahwa para pelaku e-commerce saat ini, baik di tingkat #startup maupun perusahaan yang memiliki modal besar umumnya akan tumbuh dengan cepat.

Dari sinilah kemudian banyak pelaku e-commerce yang kemudian berlomba-lomba untuk mendapatkan profit besar untuk mengembangkan bisnisnya. Dalam kondisi industri e-commerce Indoensia yang sedang berada dalam tahap perkembangan seharusnya para pemainnya tidak hanya fokus pada keuntungan saja saat menjalankan bisnisnya.

Artikel lain: 4 Langkah Dapatkan Perhatian Konsumen Wanita Dalam Bisnis E-Commerce

2. Andalkan Kreatifitas dan Improvisasi Yang Inovatif

Menurut Ketua Umum idea Daniel Tumiwa, seharusnya para pelaku e-commerce tidak semata-mata fokus pada profit, melainkan mereka harus kreatif dalam menjalankan strategi bisnisnya. Dengan mengandalkan kreatifitas, menurut Daniel pelaku bisnis e-commerce akan mampu menciptakan model bisnisnya menjadi lebih sustainable atau berkelanjutan.

Selain kreativitas, Daniel juga menyatakan bahwa para penyelenggara e-commerce juga harus melakukan improvisasi dan perbaikan di situs online mereka demi meningkatkan performa volume users hingga kemudian menambah volume transaksi penjualan.

Dengan banyaknya bisnis e-commerce Indonesia yang berada pada tahapan startup, maka hal ini sebenarnya menjadi kesempatan besar bagi para pelakunya untuk belajar, saling berbagi ilmu dan sharing pengalaman untuk menghadapi dinamika pasar yang bergerak sangat cepat. Maka ketika mereka belajar dan terus memperdalam ilmu, apa salahnya untuk mencoba strategi kreatif dan inovatif. Ini akan memberikan pengalaman dan ilmu bermanfaat bagi mereka.

3. Lakukan Harmonisasi dan Koordinasi 

Selain kreativitas dan improvisasi, Daniel juga menyarankan pada seluruh pemain dan penyelenggara e-commerce untuk melakukan harmonisasi dan koordinasi antar para pemain di lingkungan e-commerce. Dengan adanya harmonisasi ini, pertumbuhan bisnis e-commerce di Indonesia akan berjalan dengan stabil dan panjang. Ibarat menanam pohon, usaha ini akan menciptakan pohon yang tumbuh dengan sehat dan  pada akhirnya nanti para pelaku bisnis bisa memetik buahnya yang lebat terus-meneus.

Dari kasus ini bisa dicontohkan bagaimana harmonisasi bisa terjadi antara pihak penyelenggara logistik dan pihak penyelenggara pembayaran seperti perbankan dan penyedia jasa pembayaran lainnya mampu menawarkan solusi untuk mengakomodir berbagai tipe konsumen sekaligus meningkatkan profit bagi bisnis e-commerce bersama-sama, jelas Daniel.

4. Perhatikan Juga Tren Digital Marketing

Faktor lain yang musti diperhatikan oleh para pemain e-commerce menurut Daniel adalah tren digital marketing. Menurut Daniel telah terjadi banyak perubahan pada trend di dunia digital marketing saat ini. Dari keadaan ini, para pelaku e-commerce harus konsen dan cermat melihat hal ini. Lakukan review ulang beberapa ide content dan strategi marketing yang telah dirancang. Dalam hal ini Anda juga harus menentukan platform #media sosial yang sesuai dengan online store Anda, papar Daniel.

Baca juga: Indonesia Harus Mempelajari Sistem E-commerce China, Ini Alasannya

5. Tingkatkan Profit Dengan Efektif

Senada dengan Daniel, Country Manager MasterCard Indonesia, Irni Palar menyatakan bahwa dalam tahap perkembangan, e-commerce di Indonesia ini membutuhkan wadah atau tempat untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman diantara para pebisnis online ini. Menurut Irni, dengan adanya sarana tempat berbagi ini akan sangat bermanfaat dan berdampak positif pada tergalinya potensi besar bisnis industri e-commerce Indonesia hingga menciptakan profit yang efektif bagi para pelakunya.

Sebagai salah satu bagian dari penyelenggara e-commerce Indonesia, MasterCard yang diwakili Irni menyatakan akan berkomitmen untuk terus mendukung upaya edukasi dan usaha pembinaan dengan berkelanjutan guna mempertajam visi dan strategi para pelaku bisnis e-commerce.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan