4 Tipe Calon Pelanggan Ini Wajib Kita Kenali

tipe calon konsumen

Ilmu psikologi tidak hanya dibutuhkan di dunia psikologi atau kedokteran saja. Sebab dunia bisnis juga membutuhkan sedikit seluk beluk psikologi. Dunia bisnis membuat kita harus mempelajari dunia psikologi karena kita akan dihadapkan dengan banyak orang yang memiliki latarbelakang dan karakter yang berbeda-beda.

Mampu mengenali dan menyiasati bermacam-macam karakter membuat kita jadi lebih luwes dan terbiasa dalam menghadapi calon-calon pelanggan. Karena tidak selamanya  kita bisa bertemu dengan calon pelanggan yang baik hati dan mau mengerti posisi kita sebagai pebisnis, maka alangkah lebih baiknya kalau kita mempelajari 4 tipe pelanggan berikut ini serta cara untuk menghadapinya.

Ada 4 Jenis Calon Pelanggan yang Harus Diyakinkan

Empat jenis calon pelanggan yang tidak mudah memutuskan untuk membeli sesuatu adalah pelanggan yang memiliki karakter sebagai berikut :

  • Calon Pelanggan yang cuek
  • Calon Pelanggan dengan sikap sinis atau skeptik
  • Calon Pelanggan yang penakut
  • Calon Pelanggan yang punya kebiasaan menunda

Keempat jenis calon pelanggan seperti ini tentu membutuhkan cara pendekatan yang berbeda-beda supaya akhirnya mereka bisa percaya dan loyal terhadap bisnis kita.

Bagaimana cara menghadapi keempat karakter calon pelanggan tersebut?




Artikel lain: 4 Langkah Dapatkan Perhatian Konsumen Wanita Dalam Bisnis E-Commerce

1. Buatlah Si Cuek Jadi Lebih Peduli

Calon pelanggan yang cuek biasanya memiliki pemikiran yang cuek dengan suatu produk bisnis yang kita tawarkan. Calon pelanggan dengan tipe seperti ini biasanya memiliki kecenderungan untuk mengacuhkan suatu produk bila mereka merasa bahwa mereka tidak membutuhkan produk tersebut.

Cara yang efektif untuk memperkenalkan produk bisnis pada pelanggan yang cuek adalah memberitahukan keunggulan produk bisnis kita secara jelas namun tidak bersifat memaksa. Misalnya saja, gagang kain pel lama yang dimiliki si pelanggan cuek tentu kalah canggih dengan produk kain pel kita yang tidak perlu diperas dengan tangan.

Kecenderungan untuk tertarik pada keunggulan suatu produk tentu bisa mengubah si cuek menjadi lebih peduli dan tertarik untuk memiliki produk yang kita tawarkan. Hal yang sama juga bisa diterapkan pada #toko online yang sering dikunjungi para pengguna internet yang hanya ingin melihat-lihat tanpa maksud untuk membeli.

2. Agar Si Skeptik Lebih Mempercayai Bisnis Kita

Orang-orang yang memiliki sikap skeptik cenderung menganggap remeh atau menganggap semua bisnis itu sama dan hanya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan. Mungkin tampak susah untuk menghadapi calon pelanggan yang skeptik, meski sebenarnya ada cara mudah untuk menarik minat calon pelanggan dengan karakter tersebut.




Calon pelanggan yang skeptik bukan berarti tidak ingin membeli produk kita, mereka hanya meragukan apakah mereka bisa mempercayai bisnis kita atau tidak. Yang harus kita lakukan untuk menanggapi perilaku calon pelanggan skeptik adalah memberikan bukti mengenai pelayanan bisnis kita yang berkualitas. Memuat beberapa testimoni dan bukti service after sales biasanya mampu meyakinkan calon pelanggan skeptik untuk mulai percaya dan setia dengan bisnis kita.

3. Belajar Meyakinkan Calon Pelanggan yang Penakut

Si penakut yang jadi calon pelanggan bisnis kita biasanya pernah memiliki pengalaman buruk yang berkaitan dengan bisnis sejenis. Misalnya saja, salah satu contoh yang paling umum adalah ketakutan membeli busana secara online karena seringkali ukuran dan bahannya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.

Cara untuk mengatasi ketakutan seperti ini tentu saja gampang namun sedikit tricky. Bagi kita yang memiliki bisnis busana secara online, pilihan untuk menggunakan model-model asli Indonesia menjadi kekuatan tersendiri bagi perkembangan bisnis busana online. Dengan postur dan proporsi tubuh wanita Indonesia, maka calon pelanggan yang penakut menjadi lebih yakin untuk memilih produk busana online kita dibandingkan dengan produk online lain yang kerap kali menggunakan foto-foto dengan model yang berasal dari Korea atau Eropa.

Baca juga: Tips Ampuh Agar Konsumen Jadi Pelanggan Setia

4. Hentikan Kebiasaan Si Pelanggan yang Suka Menunda

Pelanggan yang suka menunda-nunda pembelian biasanya menganggap bahwa produk tersebut tidak terlalu dibutuhkan. Tapi akan lain ceritanya kalau kita memberikan diskon atau promosi lainnya yang menggiurkan. Buatlah batasan rentang waktu diskon supaya calon pelanggan yang suka menunda-nunda pembelian jadi bergegas untuk membeli produk yang sedang diskon.

Cara ini tentu saja tidak hanya efektif bagi para pelanggan yang suka berhemat, namun juga bagi para calon pelanggan yang kerap menunda-nunda proses pembelian.

Setelah mempelajari 4 karakter calon pelanggan yang cukup menyulitkan, sekarang kita pasti jadi lebih mahir menghadapi pelanggan dengan berbagai karakter. Karena salah satu kunci kesuksesan bisnis adalah sikap yang terbuka dan luwes dalam berkomunikasi dengan banyak pihak yang terlibat dalam bisnis kita. Selamat berbisnis!



Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud