4 Langkah Menyusun Business Plan Yang Baik

4 Langkah Menyusun Business Plan Yang Baik

business plan

Business plan atau rencana bisnis memang sebuah hal yang sangat penting bagi pebisnis dalam menjalankan roda usaha. Dengan adanya business plan, pebisnis akan memiliki semacam panduan dan petunjuk jalan yang akan memudahkan dan memberi arahan yang lebih fokus dalam menjalankan usaha.

Dengan memiliki business plan yang baik, pebisnis juga akan memiliki peluang besar untuk menarik para investor untuk mendanai usaha Anda dengan menjadikannya sebagai proposal dan bahan presentasi.

Mengingat begitu pentingnya sebuah business plan ini, maka pebisnis harus mengerti dan memahami teknik atau langkah-langkah menuliskan rencana bisnis ini. Rencana bisnis memang sebaiknya ditulis, hal ini dilakukan agar pebisnis tidak mudah lupa dan juga bisa dilihat dan dibaca investor saat Anda ingin mendapatkan tambahan dana. Lalu seperti apakah cara dan langkah menulis business plan yang baik? Berikut ulasannya.

Langkah 1: Mengenal Bisnis Anda

Sebelum benar-benar menuliskan rencana bisnis, Anda seharusnya sudah bisa mengenal dengan baik bisnis Anda. Dalam hal ini, pelajari dan pahami secara menyeluruh dan mendalam tentang bentuk, potensi dan segala tantangan yang ada pada bisnis Anda. Dalam tahap ini Anda bisa menggunakan teknik analisa SWOT yang telah kita bahas sebelumnya. Anda bisa mempelajari hal-hal terkait bisnis ini dengan banyak cara seperti membaca buku dan referensi lain, bertanya dan berdiskusi pada ahli atau orang yang telah melakukannya sebelum Anda dan lainnya.

Artikel lain: 5 Manfaat Business Plan Yang Perlu Dipahami Pebisnis

Langkah 2: Tentukan Visi Dalam Business Plan

Setelah Anda mengenal dengan baik tentang bisnis Anda, maka langkah berikutnya adalah menentukan visi bisnis Anda. Visi yang merupakan pandangan jauh tentang tujuan dan sasaran perusahaan memang harus dimiliki seluruh pebisnis skala besar hingga skala kecil. Dengan adanya visi yang jelas, maka Anda tak akan kesulitan nantinya dalam merancang alur dari rencana bisnis Anda. Nyatakan visi bisnis dan perusahaan Anda dengan bahasa dan kalimat yang jelas dan mudah dimengerti oleh orang lain.

Langkah 3: Tentukan Audiens Anda

Langkah berikutnya setelah memperoleh gambaran bisnis dan visi dengan jelas, Anda harus menentukan target audiens. Ya, dengan target audiens yang tepat, maka Anda bisa menyesuaikan konten business plan Anda dengan baik dan benar. Misalkan business plan untuk investor, maka Anda harus menyusun rencana bisnis tersebut dengan lebih serius, mendalam dan profesional.

Baca juga: Mempelajari Teknik SWOT Guna Menggali Keunggulan Produk Bisnis

Langkah 4: Saatnya Menuliskan Rencana Bisnis Anda

Terakhir, saat tiga tahapan diatas sudah Anda lakukan dengan baik, maka saatnya Anda tuliskan business plan Anda dengan urutan berikut :

  1. Pernyataan Misi. Jelaskan satu hingga tiga paragraf singkat berisi misi dan tujuan bisnis Anda, tuliskan pula prinsip-prinsip yang dianut bisnis Anda. Pada bagian ini Anda juga harus menyatakan keunikan atau unique selling point (USP) yang membedakan antara perusahaan atau bisnis Anda dengan perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama.
  2. Ringkasan Efektif. Tulislah sebuah ringkasan singkat satu sampai dua halaman dari bisnis Anda. Dengan adanya ringkasan, maka pembaca termasuk investor akan dimudahkan untuk bisa melihat potensi bisnis Anda dengan cepat dan efektif. Sebaliknya, tanpa ringkasan, pembaca akan cepat merasa bosan dan jenuh.
  3. Penawaran Produk atau Jasa. Selanjutnya tulis deskripsi produk atau jasa yang Anda tawarkan lengkap dengan harga yang Anda jual.
  4. Target Pasar. Jangan lupa juga untuk menuliskan target atau segmentasi pasar yang akan Anda sasar pada bisnis Anda. Tunjukkan bagaimana target pasar Anda akan membeli apa yang Anda tawarkan.
  5. Marketing Plan. Tuliskan pula rencana atau strategi pemasaran bisnis pada business plan Anda. Jelaskan secara rinci bagaimana biaya pemasaran, alasan pemilihan strategi pemasaran serta target capaian dari #strategi pemasaran tersebut.
  6. Analisis Industri dan Tingkat Persaingan.Tuliskan analisis yang lengkap dan menyeluruh terhadap bidang bisnis Anda berserta kompetisi atau tingkat persaingan dari bisnis Anda.
  7. Laporan Keuangan. Hal ini berisi tentang apapun terkait pembiayaan atau modal serta pendapatan yang ada pada bisnis Anda. Jika bisnis Anda telah berjalan beberapa tahun, maka cantumkan saja laporan keuangan neraca laba rugi dari bisnis Anda kepada calon investor.
  8. Resume of Company Principal. Penjelasan tentang struktur karyawan di perusahaan Anda juga bisa Anda tulis. Sertakan biografi dan latar belakang profesional dari semua karyawan yang signifikan dalam bisnis Anda.
  9. Penawaran Anda.Terakhir, tulislah penawaran serta paket-paket investasi yang Anda miliki pada calon investor.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan