4 Bisnis yg Telak Terkena Imbas Penghapusan Tarif LCC (Low Cost Carrier)

Penghapusan-Tarif-LCC

Setiap saat perubahan memang bisa terjadi dan datang pada siapa saja tanpa bisa ada yang menduga dan disangka-sangka sebelumnya. Para pebisnis seharusnya sudah mengerti dan paham tentang hal ini serta mampu mencari solusinya. Dunia bisnis yang penuh dengan dinamika ini akan selalu membawa tantangan dan permasalahan didepan. Dan seperti teori seleksi evolusi siapa yang mampu dan kuat mengatasi tantangan tersebut maka ialah yang akan bertahan dan jadi pemenangnya.

Beberapa minggu yang lalu kita disuguhkan beberapa kebijakan yang dilakukan oleh Menteri perhubungan Kabinet Kerja Ignatius Jonan. Salah satu kebijakan yang kemudian menjadi pro-kontra adalah pengapusan LCC (Low Cost Carrier). Low Cost Carrier yang merupakan layanan tiket dengan harga murah yang diberikan oleh pihak maskapai penerbangan pada para pelanggannya kini sudah dihapus. Sebagai gantinya Ignatius Jonan menerapkan tari batas bawah sebesar 30% dari batas atas penerbangan.

Seperti disebutkan sebelumnya bahwa penghapusan tarif LCC (Low Cost Carrier) ini menimbulkan banyak pertentangan dari beberapa pihak, terutama mereka yang paling merasakan dampaknya. Diantara mereka yang terkena imbas penghapusan LCC itu adalah para pebisnis dan perantaranya. Lalu bisnis apa saja yang terkena dampak penghapusan LCC ini? Berikut ulasannya.

Artikel lain: Traveloka, Solusi Pesan Tiket Pesawat Tanpa Ribet!

1. Bisnis Agen Tiket

Penghapusan LCC yang merupakan tiket murah pesawat ini pastinya sangat memukul para pebisis agen tiket pesawat. Bisnis agen tiket pesawat yang terlanjur menjamur dimana-mana ini kini harus mau tidak mau berhadapan dengan menurunnya omzet. Turunnya omzet memang sesuatu yang tak akan bisa dihindari sejak ketentuan penghapusan LCC ini resmi dikeluarkan.

Tingginya harga pesawat yakni 30% dari batas atas tarif penerbangan ini pastinya akan membuat konsumen yang biasanya bepergian dengan tarif LCC akan berpikir ulang untuk terbang. Beberapa dari konsumen ini bahkan sudah tak lagi memilih pesawat sebagai sarana transportasi untuk bepergian, karena mereka akan memilih transportasi lain yang lebih murah.

2. Travel dan Biro Perjalanan

Bisnis travel dan biro perjalanan juga merupakan bisnis yang marak sejak munculnya tarif LCC dari pihak maskapai penerbangan. Dengan hitung-hitungan yang cukup bisa menghemat biaya pengeluaran dengan menggunakan tarif LCC, maka mereka berani untuk membuka bisnis travel ini.

Namun sejak pemerintah lewat menteri perhubungan mengeluarkan kebijakan penghapusan LCC, maka nasib para pebisnis travel ini terkatung-katung. Mereka seakan diombang-ambing dalam arus besar yang tiba-tiba datang dan membawanya dalam dunia penuh dilema. Kini mereka yang sudah terlanjur membuka bisnis ini sejak lama berusaha sebisa mungkin agar  bisnisnya tetap bisa bertahan dari dampak penghapusan LCC ini.

3. Tour Guide

Bagai makan buah simalakama, mungkin itulah yang kini dihadapi oleh para pebisnis tour guide. Bagaimana tidak sejak kebijakan penghapusan LCC ini diberlakukan oleh menteri perhubungan Ignatius Jonan. Tour guide yang merupakan bisnis dengan konsep pelayanan para para turis yang umumnya bertema pariwisata ini pastinya membutuhkan moda transportasi yang cepat dan efisien dalam perjalanannya menuju lokasi pariwisata. Dan satu-satunya transportasi yang cepat yang bisa mengantarkan para tour guide ke lokasi pariwisata ini adalah pesawat.

Saat masih ada pesawat dengan tarif murah mereka bisa menghemat pengeluaran untuk kemudian hasil pendapatannya digunakan untuk mengaji para tour guide yang ada. Namun kini mereka terpaksa harus gigit jari, karena harus mengencangkan ikat pinggang agar bisa menyesuaikan besaran tarif yang baru ini dengan pendapatan yang mereka terima.

Baca juga: Bisnis Agen Tiket Pesawat ~ Melesat Bersama Peluang yang Menjanjikan




4. Penginapan dan Hotel

Meski penginapan dan hotel merupakan bisnis dengan kategori yang cukup besar, namun bisnis ini ternyata juga mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan dari penghapusan tarif LCC ini. Para pelancong yang umumnya menginap di tempat mereka adalah para turis dari daerah-daerah jauh dan mancanegara. Dengan adanya penghapusan tarif LCC tentunya orang jadi enggan bepergian karena harga yang tinggi.

Dari minimnya orang bepergian yang banyak dari mereka bertujuan untuk berwisata dalam waktu beberapa hari, maka penginapan dan hotel pun terkena imbas dari penurunan orang yang menginap. Dan itu artinya omzet pendapatan mereka menurun jika dibandingkan saat masih ada tarif LCC.



1 comment on this postSubmit yours
  1. Hanya bisa erharap dan berdoa…
    Semoga semua kebijakan pemerintah kita adil dan bagus untuk semua, baik untuk konsumen, pelaku usaha dan para partnernya.

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud