3 Pebisnis E-Commerce Indonesia yang Berjaya di Asia Tenggara

pebisnis e-commerce achmad zaky

Meski belum sepesat China, perkembangan #e-commerce di Indonesia tak bisa dipandang remeh. Banyaknya pelaku yang bermunculan menjadi sebuah indikator nyata bahwa e-commerce Indonesia sedang mengalami pertumbuhan.

Saat ini pemerintah pun sedang menggodong roadmap untuk mengendalikan dan mengatur pasar e-commerce Indonesia agar bisa dikendalikan dan diatur dengan lebih baik lagi. Selain itu rencana penetapan pajak pada bisnis e-commerce yang sedang dibahas juga semakin membuktikan bahwa e-commerce ndonesia memang sebuah pasar yang potensial.

Satu hal lagi yang membuktikan bahwa e-commerce Indonesia merupakan bisnis yang berprospek cerah yaitu munculnya pebisnis-pebisnis e-commerce handal dalam negeri yang telah sukses bahkan berjaya di Asia Tenggara. Keberadaan mereka tentu saja merupakan sebuah prestasi membanggakan bagi Indonesia sekaligus sebuah pernyataan yang menguatkan gemilangnya perdagangan elektronik di Indonesia.

Lalu siapa saja pebisnis e-commerce Indonesia yang sukses dan telah berjaya di Asia Tenggara tersebut? Berikut ulasannya.

Artikel lain: BukaLapak.com ~ Startup Bisnis yang Mempelopori Keamanan Transaksi Online

1. Achmad Zaky – Bos Bukalapak

Pebisnis e-commerce Indonesia pertama yang sukses dan berjaya di Asia Tenggara tersebut adalah Achmad Zaky, sang pemimpin bukalapak.com. Pada tahun 2014 kemarin, marketplace e-commerce Bukalapak ditaksir telah mencatatkan transaksi yang mencapai US$80 juta atau sekitar Rp 1 Triliun lebih. Dengan pencapaian ini ia dinobatkan sebagai pengusaha muda paling berpengaruh di Asia Tenggara.

Dalam tiga tahun belakangan ini Bukapalak memang terus menunjukkan tren pertumbuhan dan berkembang yang signifikan sejak berdirinya pada tahun 2010. Pada awal berdirinya itu, Bukalapak yang dijalankan dari sebuah garasi kecil kini telah menjadi situs e-commerce paling populer di Indonesia dengan kunjungan lebih dari satu juta orang setiap harinya. Meski hanya bergerak pada bisnis C2C (Costumer to Costomer), Bukalapak telah memiliki lebih dari 200 penjual dan dukungan investor yakni Gree Ventures, Batavia, 500 Startups, dan Emtek Group.

Menurut Zaky, perkembangan Bukalapak tak lepas dari tren pasar e-commerce Indonesia yang terus bertumbuh. Kondisi ini juga didorong oleh pengguna #internet yang lebih dari 82 juta orang, atau sekitar 30 persen dari jumlah total penduduk Indonesia. Karena pertumbuhan ini, Zaky pun yakin untuk menarget Bukalapak untuk bisa naik delapan kali lipat pada tahun ini.

2. Ferry Unardi – CEO Traveloka

Ferry Unardi yang merupakan CEO Traveloka menjadi orang kedua yang didaulat sebagai pebisnis e-commerce tanah air yang berjaya di Asia Tenggara. Pemuda yang masih berusia 27 tahun ini memang sangat fenomenal saat mengembangkan Traveloka sebagai marketplace e-commerce pemesanan tiket pesawat dan voucher hotel.

Bagaimana tidak, situs yang di dukung oleh East Ventures dan Global Founders Capital ini telah dikunjungi 4-7,5 juta pengunjung setiap bulannya. Angka yang dicatatkan Traveloka ini jelas sangat jauh lebih baik jika dibandingkan beberapa kompetitornya.




Sebelum mendirikan Traveloka, entrepreneur muda jebolan Purdue University ini juga sempat merasakan atmosfer kerja di Microsoft. Saat Ferry kemudian menggerakkan Traveloka pada bisnis e-ticketing, keberadaannya kini telah mampu mengalihkan 90 persen calon penumpang memesan tiket secara online yang awalnya dilakukan secara manual. Dengan konsep one stop pemesan tiket, Ferry telah membuat para pengguna dan pelanggannnya merasa nyaman saat menggunakan Traveloka.

Baca juga: Traveloka, Solusi Pesan Tiket Pesawat Tanpa Ribet!

3. Jason Lamuda – CEO Berrybenka

Terakhir, pebisnis e-commerce tanah air yang telah sukses dan berjaya di Asia Tenggara adalah Jason Lamuda. Jason yang merupakan CEO Berrybenka telah berjaya dengan mencatatkan kujungan pada situsnya dengan angka 590 ribu pengunjung setiap bulannya.

Dengan angka ini pada akhirnya membuat Berrybenka memperoleh dukungan dana lebih dari US$5 juta dari Gree Ventures, Transcosmos, dan East Ventures. Situs Berrybenka sendiri adalah situs dengan berfokus menjual busana wanita muslim yang didirikan Jason pada tahun 2012.

Berrybenka sendiri Kini telah melebarkan sayap bisnisnya dengan mendirikan HijaBenka yang menyasar pasar busana muslim untuk kaum muda. Kategori produk Berrybenka pun saat ini telah berkembang pada produk make up kecantikan dan apparel untuk olahraga. Meski telah sukses, pria yang dikenal pekerja keras ini berencana akan merambah pasar e-commerce fashion laki-laki. Rencana e-commerce barunya ini masih dalam proses rintisan dan diprediksi akan hadir pada kuartal pertama tahun depan.



2 total comments on this postSubmit yours
  1. bravo pebisnis online indonesia…

  2. jadi pengen kayak mereka

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud