3 Langkah Efektif Mengatasi Sindrom Gagalnya Startup

Image dari Teakyourbiz.com

Image dari Teakyourbiz.com

Sebagai bentuk sebuah bisnis, #startup tentu juga tak akan luput dari yang namanya kegagalan. Malah untuk startup, ia memiliki lebih banyak resiko daripada bisnis lainnya.

Dari sini beberapa hal seperti kerugian, omzet yang kecil, dan juga beragam kegagal lain menurut saya bisa saja terus menghantui para pebisnis rintisan saat menjalankan usahanya. Sebuah fakta yang disayangkan adalah banyak startup yang jatuh dan gagal karena pemilik startup itu sendirilah yang menginginkan perusahaannya sendiri untuk jatuh. Ini yang kemudian disebut dengan sindrom jatuh atau gagalnya startup.

Bagaimana bisa terjadi sindrom ini? Menurut beberapa pakar, sindrom ini muncul bermula dari hasil statistik tentang startup yang dikeluarkan beberapa lembaga survei. Banyak dari statistik tersebut menunjukkan bahwa gagalnya startup ini dialami oleh usaha rintisan yang umumnya merupakan usaha kecil dan dijalankan sendiri oleh pemiliknya serta belum mempekerjakan karyawan.

Artikel lain: Pentingnya 3 Budaya Kerja Untuk Membangun Sebuah Startup

Dari angka-angka inilah kemudian membuat para pemilik startup mengalami tidak kepercayaan diri pada perusahaannya sendiri dan secara tidak langsung menyatakan bahwa mereka ingin perusahaannya jatuh dan gagal!

Fakta Rawan Jatuhnya Startup

Rawan jatuhnya usaha rintisan ini memang tidak mengada-ada. Banyak data dan penelitian yang telah memberikan hasil yang serupa tentang hal tersebut. Salah satu penelitian tersebut dilakukan oleh Harvard University yang menyatakan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan gagalnya usaha rintisan.

Selain itu, data yang diperoleh Harvard yang kemudian didukung oleh beberapa Lembaga Penelitian dan Media yang merilis angka tentang startup yang berpotensi gagal. Fakta dan data  yang didapat dari penelitian tersebut antara lain:

  • 3 dari 4 startup jatuh (data dari Wall Street Journal)
  • 75% berisiko runtuh (data berdasar laporan John Mcdermott dari Inc.)
  • Estimasi kejatuhan perusahaan mencapai angka 90% (data dari The Guardian)
  • 90% startup jatuh (Mashable.com)

Menyambung dengan masalah sindrom kejatuhan startup di atas, maka Anda sebagai pemilik usaha rintisan seharusnya kini lebih mengerti dan memahami akar masalah yang ada. Maka untuk itu  berikut ada beberapa langkah yang bisa diambil para pemilik usaha rintisan untuk mengatasi sindrom tersebut.

1. Menelaah Hasil Statistik yang Muncul dan Berkembang

Langkah pertama untuk bisa mengatasi sindrom jatuhnya startup adalah dengan menelaah terlebih dahulu dengan lebih baik hasil statistik yang muncul dan berkembang di masyarakat. Kenapa harus ditelaah lagi? ini karena tidak sedikit dari angka statistik tersebut yang memiliki kekurangan dan kecacatan sehingga menimbulkan hal-hal yang justru mengacaukan.

Sebagai pebisnis sejati sudah selayaknyalah Anda tidak bisa begitu saja percaya pada semua angka statistik yang ada. Alih-alih anda seharusnya terus bekerja untuk meningkatkan performa perusahaan, Anda bisa saja terjebak dalam sindrom kegagalan jika Anda terus-menerus terpaku dan mencurahkan perhatian pada angka statistik.




Jika belum yakin, Anda bisa melakukan pemeriksaan ulang terkait metode, responden, jangka waktu dan elemen-elemen statistik yang ada pada data statistik tersebut untuk memastikan keakuratan datanya.

2. Menerima dan Mengakui Nilai Statistik

Jika Anda tak mau repot-repot melakukan penelaahan data, Anda bisa saja melakukan pengakuan dan penerimaan nilai statistik tersebut sebagai bagian dari resiko kegagalan startup. Namun jangan sampai hal ini membuat Anda kemudian down. Sebaliknya, data ini Anda terima sebagai pemacu semangat Anda untuk bekerja lebih serius lagi.

Terlepas dari benar atau tidaknya data ini, Anda tak harus terpengaruh terlalu serius. Dengan pengakuan ini, anggap saja memang bagian dari roda bisnis yang tak selalu berada di atas. Tak ada pengusaha dan bisnis yang sukses tanpa adanya kegagalan, inilah pelajaran yang harus selalu dikenang.

Baca juga: 9 Wanita Hebat Indonesia Yang Sukses Membangun Startup

3. Terus Mencoba Tanpa Putus Asa

Jika pun memang data ini akurat, itu bukan berarti Anda lantas menyerah begitu saja, Anda harus tetap berjuang sampai titik darah penghabisan Anda. Neil Patel, kontributor untuk Forbes.com, menuliskan bahwa satu kesimpulan dari sebuah kegagalan adalah terus mencoba tanpa putus asa.

Dengan terus mencoba dan berjuang, Anda akan sedikit demi sekidit melupakan data dan juga menghilangkan gagal sindrom yang muncul. Namun jika Anda hanya diam terpaku dengan tidak begerak, maka data-data tersebut akan melahap Anda menuju sidrom yang lebih kuat dan menguatkan Anda untuk akhirnya “membunuh” bisnis rintisan yang Anda bangun sendiri.



1 comment on this postSubmit yours
  1. Statistik cukup mencengangkan ya…..emang kalau startup, suksesnya cepat, hancurnya juga cepat.

    Makasih atas pencerahannya, mulai dipikirkan sebelum mendirikan startup

Submit your comment

Please enter your name

Your name is required

Please enter a valid email address

An email address is required

Please enter your message

© 2018 Maxmanroe.com - All Rights Reserved. Server by GoCloud