2 Jenis Risiko Usaha yang Wajib Dicermati Oleh Pebisnis Pemula

2 Jenis Risiko Usaha yang Wajib Dicermati Oleh Pebisnis Pemula

risiko bisnis

Dalam bisnis memang akan selalu ada yang namanya risiko usaha. Anda sebagai pengusaha tak akan bisa lepas dari ancaman risiko ini. Meskipun tak dapat menghindari ancaman ini, namun Anda masih bisa mengusahakan untuk meminimalisir atau menjauhinya.

Risiko usaha ini sendiri menurut Business Coach PT Formula Bisnis Indonesia, Chandra Liestiawan terdapat dua jenis kategori yaitu risiko internal dan risiko eksternal. Jika risiko ini muncul dari kegiatan usaha itu sendiri dan masih dapat dikontrol oleh pelaku usaha maka ini dinamakan risiko internal. Namun jika risiko ini disebabkan faktor-faktor di luar kontrol  pelaku usaha maka hal ini dinamakan risiko eksternal.

1. Risiko Usaha yang Bersifat Internal

Dalam risiko internal sendiri ada empat unsur risiko usaha yang harus dicermati oleh pebisnis pemula. Empat unsur risiko internal yang harus dicermati tersebut antara lain :

  • Keuangan

Jenis risiko internal pertama yang perlu Anda cermati adalah #keuangan. Keuangan memang selalu menjadi sesuatu yang sangat krusial yang sering mengkhawatirkan para pengusaha pemula. Risiko keuangan ini sendiri baisanya muncul karena rencana yang kurang matang dan akan semakin membesar jika arus kas tidak berjalan dengan baik.

Risiko ini juga bisa muncul karena faktor lain seperti tidak adanya pemisahan keuangan perusahaan dengan pribadi, pengalokasian untuk pengeluaran tidak terduga, kelancaran penerimaan tagihan, prosedur pengeluaran yang jelas, dan sebagainya.

Artikel lain: 4 Hal Yang Sering Terabaikan Para Pebisnis Pemula Saat Menjalankan Usaha

Untuk mengantisipasi risiko usaha ini Anda bisa melakukan perencanaan yang matang dalam penyiapan modal kerja. Dalam penyiapan modal kerja ini, para pelaku bisnis seharusnya menyiapkan modal tidak hanya untuk satu atau dua bulan pertama saja, namun guna mengantisipasi risiko, modal kerja ini sebaiknya diperhitungkan minimal untuk enam bulan pertama kerja.

  • Pemasaran dan Penjualan

Dalam pemasaran dan penjualan, setidaknya ada dua risiko dasar yang perlu diantisipasi yaitu risiko kegagalan pencapaian target penjualan dan risiko penjualan yang bermasalah terutama karena kegagalan pembayaran dari konsumen.

Untuk risiko usaha kedua ini umumnya terjadi pada usaha yang melakukan penjualan secara kredit. Kedua risiko ini umumnya disebabkan oleh pelaku usaha yang kurang memiliki strategi marketing yang efektif. Pemborosan biaya pada strategi marketing yang tidak tepat, kesalahan membidik pasar, kurang mengenali target pasar, serta kesalahan penilaian kemampuan bayar konsumen juga bisa menjadi faktor penyebab munculnya risiko pemasaran dan penjualan.

  • Operasional

Masalah operasional perusahaan juga tak boleh Anda sepelekan. Hal ini dikarenakan kelancaran operasional bisa menentukan keberhasilan dan kesuksesan usaha Anda. Risiko yang mungkin saja bisa muncul dalam masalah operasional ini adalah kecepatan proses kerja, kejelasan tugas setiap bagian perusahaan, penanganan proses bottle-neck atau penumpukan pekerjaan pada satu bagian, prosedur kerja yang standard, dan pengurangan redudansi kerja.

  • Sumber Daya Manusia

Semua bisnis pasti membutuhkan tenaga kerja atau sumber daya manusia. Namun dalam perjalanannya, seringkali komponen ini sulit dikelola karena melibatkan perasaan dan perilaku manusianya. Dari sini muncullah permasalahan. Risiko-risiko yang umumya muncul dari unsur SDM ini adalah tingkat masuk dan keluar karyawan yang tinggi, rendahnya kemampuan karyawan, kurangnya dedikasi dalam bekerja, serta komunikasi yang tidak lancar antara karyawan dan atasan.

2. Risiko Usaha yang Bersifat Eksternal

Sedangkan untuk risiko eksternal yang harus dicermati oleh pebisnis pemula adalah :

  • Bencana Alam / Kecelakaan

Bencana alam atau kecelakaan memang bisa saja menimpa siapapun tanpa mengenal waktu dan golongan. Maka untuk itu Anda sebagai pengusaha harus mampu mengantisipasi dan meminimalisir risiko kerugiannya dengan menggunakan asuransi. Pilihlah asuransi yang tepat dan sesuai dengan jenis bisnis Anda untuk melindungi aset yang memang berharga bagi perusahaan.

Baca juga: Tak Harus Menunggu Mapan untuk Merintis Bisnis, Baca Tips Ini

  • Perubahan Lingkungan

Selain bencana alam dan kecelakaan, perubahan dari lingkungan juga akan mampu memunculkan risiko. Dan perubahan lingkungan ini sendiri banyak macamnya seperti pembangunan suatu jalan bebas hambatan, perkembangan #teknologi internet dan smartphone yang sangat cepat, kebijakan dari pemerintah atau hal-hal lain yang bisa mengubah kebiasaan yang ada pada bisnis. Lingkungan memang akan terus berubah.

Untuk mengantisipasinya, Anda sebagai pebisnis harus selalu mencermati gejala dan perubahan yang ada. Fleksibilitas adalah hal sangat diperlukan sebuah bisnis agar ia mampu mampu beradaptasi dengan perubahan yang ada.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Balasan